Bupati Tanah Datar mengambil langkah mencarikan jalan yang lebih syariat untuk membantu permodalan, terutama UMKM. Sabtu, (13/3). [foto : Scientia/Zal]

Eka Putra Carikan Jalan Lain Permodalan UMKM

Bupati Tanah Datar mengambil langkah mencarikan jalan yang lebih syariat untuk membantu permodalan, terutama UMKM. Sabtu, (13/3). [foto : Scientia/Zal]
Bupati Tanah Datar mengambil langkah mencarikan jalan yang lebih syariat untuk membantu permodalan, terutama UMKM. Sabtu, (13/3). [foto : Scientia/Zal]
Tanah Datar, Scientia – Aktivitas peminjaman uang rentenir di Kabupaten Tanah Datar menurun, bahkan nyaris hilang. Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengambil langkah mencarikan jalan yang lebih syariat untuk membantu permodalan, terutama UMKM.

Menurutnya Eka Putra, pemberantasan rentenir ini merupakan program seratus hari kerja Bupati untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Tanah Datar.

“Semua aspek akan digali. Kami juga menerima seluruh masukan yang positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kita. Termasuk di antaranya penertiban rentenir yang merusak sendi perekonomian masyarakat,” ujar Eka kepada Scientia.id, Sabtu (13/3)

Pengakuan masyarakat di lapangan, seorang pedagang harian di Kecamatan Rambatan, Asnidar mengatakan, para rentenir ini mengaku sebagai koperasi. Dengan begitu, kegiatan meminjamkan uang kepada masyarakat bisa bebas. Padahal, nyatanya praktek ini sangat memberatkan peminjam.

“Ini sangat memberatkan karena kami harus setor setiap minggu. Belum lagi bunganya yang sangat besar. Transaksi warung per minggu hanya untuk setoran saja, tidak dapat diputar lagi untuk modal,” katanya lagi.

Di tempat yang berbeda, seorang pedagang makanan, Desti mengakui praktek itu riba. Namun, ia terpaksa melakukannya karena butuh modal untuk kelanjutan usaha.(zal)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *