Padang, Scientia – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) sukses helat Webinar Nasional bertajuk “Kampus Merdeka Belajar” yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2020. Webinar ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom dan melibatkan peserta dari berbagai universitas di Indonesia, di antaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Cokroaminoto, Palopo, dan beberapa universitas lain di Indonesia.
Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ike Revita, M.Hum. ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unand, Prof. Dr. Yuliandri, S.H.,M.H. Dalam sambutannya, Rektor Unand mengatakan “Ada pilihan untuk disebut merdeka belajar, di antaranya adanya pertukaran pelajar, praktik kerja, konsistensi pembelajaran, riset-riset bersama, kegiatan kewirausahaan, proyek-proyek, dan pembangunan wilayah pedesaan. Pengembangan kerja sama antarperguruan tinggi dalam bentuk LoA dan MoU juga penting untuk mengembangkan kampus merdeka. Konsep kampus merdeka adalah kampus dapat mengelaborasi dan mengembangkan kompetensi diri mahasiswa dengan berbagai kegiatan kreatif yang dapat dijadikan modal untuk memasuki dunia kerja, tentunya dengan bimbingan dan arahan dari dosen. Program KKN tematik yang telah digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya adalah contoh dari penerapan program kampus merdeka belajar.”, lanjut Prof. Yuliandri. Beliau juga menyatakan sangat mendukung pengembangan program kampus merdeka belajar ini nantinya di Unand.
Di tempat terpisah, Wakil Dekan I FIB Unand, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum menyebutkan kegiatan web seminar tentang kampus merdeka belajar bertujuan untuk menginfromasikan kepada masyarakat akademik, khususnya pada para dosen dan mahasiswa mengenai kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,Nadiem Makarim. Harapan dari webinar ini peserta dapat memahami dan mempersiapkan diri untuk menjalankan kebijakan kampus merdeka belajar. Webinar ini cukup menarik perhatian banyak peserta karena temanya menarik.(*rls)

Tinggalkan Balasan