![Rembuk pelaksanaan Festival Layangan Saiyo Sakato di Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (8/2).[Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-08-at-17.05.50.jpeg)
Di tengah pandemi ini, terang Firdaus, bermain layangan adalah olahraga alternatif untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu olahraga ini juga bisa menjadi ajang menjalin silaturahmi dan menambah kekompakkan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar perlombaan saja tapi juga memupuk rasa silaturahmi antar pencinta layang-layang,” ujar politisi yang merupakan putra asli Sintoga ini.
Ia berharap festival ini akan terus terselenggaran dan memberikan efek postif untuk masyarakat khususnya Padang pariaman.
Dari pengamatan Scientia, diketahui festival yang berlangsung hingga 18 Februari mendatang ini menyertakan berbagai jenis layangan, mulai dari jenis yang paling kecil (layangan tali satu) sampai yang paling besar (layangan tali lima). Acara juga diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga yang tua. (frl)
Tinggalkan Balasan