Padang, Scientia-Septrus Mitra Wijaya, S.Pd., guru SMP Negeri 24 Padang, meraih juara pertama “Lomba Pembuatan Konten Virtual Reality” yang diadakan oleh LPPM Universitas Andalas yang bekerja sama dengan MileaLab. Sementara itu, peringkat kedua diraih oleh Viro Handoko dari SMPN 24 Padang dan peringkat ketiga diraih oleh Riant Febrina dari SMPN 38 Padang.
Ketiga guru ini berhasil membuat konten virtual reality setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Universitas Andalas dari 6 s.d. 21 Oktober 2021 atau setara 32 jam pembelajaran. Bertempat di Aula TU SMPN 38 Padang, mereka menghadirkan konten virtual reality dan berhasil menyisihkan 20 orang peserta yang berasal dari dua sekolah, SMP 24 Padang dan SMP 38 Padang. Kepala Sekolah SMPN 24 Padang, Dwifa Kesuma, S.Pd. dan Kepala Sekolah PLT SMPN 38 Padang turut hadir dalam penilaian ini.
Berkat keterlibatan kedua sekolah, tidak hanya para peserta yang mendapatkan hadiah, pihak sekolah juga mendapat lisensi Milealab selama satu tahun pemakaian virtual reality. Kesempatan ini diberikan dalam rangka mendekatkan guru dengan dunia virtual reality. Boby Febri Krisdianto, ketua pelaksana kegiatan, menyatakan bahwa lomba virtual reality ini diadakan untuk menjawab kebutuhan pendidikan Indonesia dengan menggunakan teknologi virtual reality (VR).
“Pandemi Covid-19 mengubah hampir semua lini kehidupan manusia di seluruh dunia secara serentak, tak terkecuali sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar pun mau tidak mau juga harus menyesuaikan dengan keadaan. Siswa-siswi yang terpaksa mengikuti pembelajaran dari rumah memerlukan kreativitas dan inovasi dari guru. Untuk meningkatkan kreativitas tersebut, para guru harus bisa mengimplementasikan media vitual reality dalam bahan ajar. Oleh karena itu, tim pengabdian Universitas Andalas mengadakan lomba membuat konten virtual reality ini untuk para guru,” ungkapnya.

Di samping itu, Boby Febri Krisdianto menjelaskan bahwa bahan ajar berbasis virtual reality dapat membentuk karakter baru peserta didik dan meningkatkan ketertarikan belajar karena bahan ajar virtual reality berbeda dengan bahan ajar berbasis video dan power point.
“Pembuatan konten virtual reality ini mampu memberikan tantangan, serta meningkatkan daya saing guru Indonesia dalam penerapan teknologi virtual reality (VR) dalam dunia pendidikan,” jelasnya.
Konten virtual reality yang dibuat para guru dinilai berdasarkan kepuasan pengalaman user, seni yang dihasilkan, dan kemampuan memenuhi pedagogi pembelajaran. Setelah ini, program akan terus berlanjut untuk mendapatkan evaluasi perbandingan pembelajaran menggunakan virtual reality untuk peningkatan emosi positif siswa, skil kognitif, skil literasi, dan skil problem solving yang kompleks.
Ia berharap agar lomba ini dapat memberikan harapan kepada guru untuk tetap semangat dalam berkarya. “Melalui kompetisi ini, kami berharap dapat mencetak para guru yang menjadi pionir dalam perkembangan pendidikan Indonesia. Saya yakin guru-guru dapat mempunyai daya saing tinggi dan menerapkan metode efektif yang cocok bagi pembelajar generasi Z,” jelasnya.
Setelah kompetisi ini, Boby Febri Krisdianto berharap dapat membuat komunitas Padang Virtual Community. “Komunitas ini akan memberikan pendidikan dan pelatihan pembuatan konten pembelajaran berbasis virtual dengan mudah, cepat, dan murah,” ujar Boby Febri Krisdianto dalam penyerahan hadiah kepada pemenang di SMP 24 Padang pada Kamis, 4 November 2021.
Septrus Mitra Wijaya, S.Pd., guru SMP Negeri 24 Padang, yang meraih juara pertama sangat bahagia dan tidak menyangka atas terpilihnya karya virtual reality miliknya sebagai pemenang. “Saya sangat senang dan bangga dengan prestasi ini. Saya akan terus belajar mengembangkan konten pembelajaran virtual reality yang sangat disukai siswa didik dan juga efektif bagi mereka dalam poses pembelajaran.
Viro Handoko dari SMPN 24 Padang dan Riant Febrina dari SMPN 38 Padang yang meraih juara kedua dan juara ketiga berterima kasih atas terlaksananya pelatihan dan lomba pembuatan bahasa ajar virual reality ini. “Saya sangat senang diberikan kesempatan mengikuti pelatihan dan lomba pembuatan video bahan ajar. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan tentang virtual reality. Meskipun susah pada sesi awal, saya senang akhirnya berhasil membuat konten dan meraih juara,” ujar Riant Febrina, guru SMPN 38 Padang.

Tinggalkan Balasan