
Padang, Scientia – Kasus pembunuhan karena himpitan ekonomi, LaNyalla miris. Ia menyebut kemiskinan dan program kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya pemerintah daerah.
“Sungguh sangat menyayat hati, ada seorang ibu tega membunuh anak-anaknya yang masih balita karena tertekan himpitan ekonomi. Ini tamparan keras bagi kita,” ujar LaNyalla, Jakarta, Senin (14/12).
MT (30), seorang ibu di Nias Utara tega membunuh anak-anaknya yang masih kecil pada Rabu (9/12) lalu. Ia membunuh 3 anaknya yang masih balita ketika sang suami dan anak sulungnya pergi ke TPS untuk ikut pemilihan Pilkada.
Menurutnya, kejadian di Nias Utara ini harus menjadi perhatian seluruh pihak. Kejadian ini menunjukkan kemiskinan masih banyak dialami masyarakat pedesaan dengan penghasilan di bawah standar atau sangat miskin.
LaNyalla juga mempertanyakan penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh Pemda kepada warganya. Menurutnya, ini menjadi contoh kurang tepatnya penyaluran bansos, sehingga masih ada warga yang untuk makan saja kesulitan.
“Jadi, bantuan jaminan kesejahteraan sosial masih belum tepat sasaran dan perlu dievaluasi. Bupati terpilih Nias Utara punya PR besar membenahi kemiskinan di wilayahnya. Kepala desa dan pendamping desa semestinya lebih jeli dengan keadaan warganya yang kurang mampu,” ucap LaNyalla.
Para senator pun diminta untuk selalu mengawasi masalah kemiskinan di dapilnya masing-masing. LaNyalla meminta agar anggota DPD mengawal program Pemda dalam hal mengentas kemiskinan di daerahnya.(pzv/rls)

Tinggalkan Balasan