
Tanahdatar, Scientia – Inovasi yang dilakukan masyarakat Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanahdatar, dengan memodifikasi alat tenun manual menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) berpengaruh signifikan pada produksi kain Songket khas daerah itu.
“Inovasi ini membuat waktu produksi Songket Pandai Sikek terpangkas dari awalnya 40 hari menjadi hanya lima hari. Inovasi seperti ini patut menjadi contoh bagi semua pihak untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meninjau pusat tenun di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (8/8/2021).
Gubernur mengatakan berkat inovasi itu semakin banyak ibu-ibu rumah tangga yang berminat untuk membuat kain songket dengan menggunakan peralatan yang baru karena lebih efisien dari segi waktu.
Hal itu secara langsung telah memberikan peningkatan kesejahteraan keluarga karena satu kain songket dihargai cukup mahal. Ditambah lagi pasar untuk kerajinan itu terbuka lebar.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Biro Bintal Syaifullah, Camat X Koto, Wali Nagari dan beberapa perangkat nagari lainnya. (rel)

Tinggalkan Balasan