Kabid Humas Polda Sumbar Fasilitasi Wartawan Lakukan Rapid Test

Foto bersama wartawan yang tergabung di FJKIP usai lakukan Rapid test di RS. Bhayangkara Padang. Jum’at, (30/10)

Padang, Scientia- Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto fasilitasi puluhan wartawan yang tergabung di FJKIP Sumbar, melakukan Rapid test di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ia mengatakan, wartawan merupakan corong kepolisian menyampaikan informasi, sehingga perlu mendapat perhatian dalam melakukan aktifitas profesinya.

“Kita perlu berikan perhatian, karena profesi wartawan itu sangat rentan terkena Covid-19, ujar Satake Bayu di Padang. Jum’at, (30/10)

Dia mengatakan, wartawan adalah mitra langsung Humas Polri, khususnya Polda Sumbar dalam menyampaikan informasi. Baik berkaitan dengan kewaspadaan masyarakat dalam menangani pandemi covid-19, maupun kewaspadaan dalam mengantisipasi tindak kejahatan.

“Untuk itu, perlu kami selalu bergandengan tangan dalam menjalin silaturahmi kemitraan. Khusunya dalam menyiarkan kewaspadaan covid-19, dan kewaspadaan lainnya, untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, media massa menyampaikan informasi secara objektif dan kolektif, sehingga tidak sama dengan informasi dimedia sosial. Tanpa bantuan media melalui wartawan-nya, masyarakat akan sulit menerima informasi yang benar.

“Media massa menyampaikan informasi itu dengan aturan dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sama dengan media sosial yang informasinya belum tentu dapat dipertanggung jawabkan,” kata Bayu.

Sementara, wakil ketua Komisi Informasi Publik (KIP), Adrian Tuswandi mengatakan, wartawan coronh keterbukaan Informasi. Sehingga masyarakat dapat mengetahui mana hak mereka untuk tau, dan mana informasi dikecualikan.

“Apa yang dikatakan Kombes Bayu benar, wartawan merupakan corong keterbukaan, mitra yang perlu dijaga, sehingga mampu memberi informasi akurat pada masyarakat,” kata Adrian.

Dia juga mengatakan, tanpa adanya berita yang baik dan benar, maka informasi akan simpang siur, mengakibatkan masyarakat panik, akhirnya menimbulkan kekacauan dimana-mana.

“Agar wartawan tetap dapat melakukan aktifitasnya dalam memberikan informasi, maka perlu difasilitasi dalam mendapatkan informasi dan dalam memeriksa kesehatannya,” tambah Adrian lagi.

Saat ini KI Provinsi sedang menyiapkan beberapa program penyegaran untuk wartawan, sehingga dalam melakukan aktifitas bisa tetap fresh.(rls/pzv)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *