Keharuan Selimuti Malam Perpisahan Gubernur & Wakil Gubernur Sumbar

Suasana haru menyelimuti gelaran malam perpisahan Gubernur & Wakil Gubernur Sumatera Barat, Jumat (5/2). Irwan Prayitno dan Nasrul Abit menitipkan pembangunan dan etos kerja bagi segenap OPD dan jajaran pemerintahan Sumbar berikutnya. [Foto: Dok. DiskominfoSB]
Suasana haru menyelimuti gelaran malam perpisahan Gubernur & Wakil Gubernur Sumatera Barat, Jumat (5/2). Irwan Prayitno dan Nasrul Abit menitipkan pembangunan dan etos kerja bagi segenap OPD dan jajaran pemerintahan Sumbar berikutnya. [Foto: Dok. DiskominfoSB]
Padang, Scientia – Matanya basah. Dengan suara yang makin berat, Alwis, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat itu terus bergumam. Terbata-bata, tak mampu menahan haru.

“Mereka tidak hanya pemimpin, bagi saya keduanya sudah seperti orangtua.”

Sontak keharuan makin tak terbendung. Seisi ruangan Auditorium Gubernur Sumbar, tempat pelaksanaan acara perpisahan Gubernur dan Wakil Gubernur, Jumat (5/2) malam larut. Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir pun tak mampu menahan hati.

Pertemuan yang digelar untuk mengantarkan hari-hari terakhir tugas kedua pemimpin Sumatera Barat itu hingga 12 Februari mendatang berubah menjadi momen yang menyesakkan.

“Keduanya membimbing, mengayomi dalam bertugas,” tutup Alwis.

Titipkan Sumatera Barat

Apa yang disampaikan Alwis merupakan citra kedua tokoh yang diamini semua hadirin. Kolaborasi itu mengantarkan 5 tahun kepemimpinan di pemerintahan yang berjalan kondusif. Riak-riak dan dinamika yang muncul teratasi dengan komunikasi dan gaya kepemimpinan bersahaja.

Tak heran jika pasangan kepala daerah ini berpesan agar setiap jajaran tetap menjaga silaturahmi yang baik dan berharap bisa bekerjasama dengan kepala daerah yang baru nantinya.

Nasrul Abit, sang Wakil Gubernur lantas menitipkan beberapa pekerjaan rumah yang menurutnya masih belum selesai dan perlu terus diperjuangkan pada masa mendatang.

“Tidak terasa sudah lima tahun kita bersama-sama. Saya minta maaf, karena sebagai manusia biasa tentu ada salah. Kepada kepala OPD saya titip tenaga honorer kita. Angkat mereka jadi P3K atau yang telah lewat umur diberikan asuransi, perjuangkan nasib mereka,” pesan Nasrul Abit.

“Titip juga desa dan nagari terpencil yang infrastrukturnya minim sekali. Tolong dibantu. Hal-hal baik perlu diteruskan dan semoga teman-teman semua bisa bekerjasama dengan pimpinan daerah berikutnya,” mohon Nasrul Abit yang kembali memicu haru.

Gubernur Irwan Prayitno juga menekankan hal serupa. 10 tahun kepemimpinannya, ia berjuang membangun etos kerja yang baginya harus dipertahankan di masa pemerintahan mendatang.

“Tak terasa 10 tahun sudah kita bekerja bersama-sama. Dinamika pasti ada dan tentu saya pernah marah, tapi masih dalam batas normatif, dan hal ini saya harap dapat dimaafkan,” pinta Irwan Prayitno.

Irwan yang telah memimpin Sumatera Barat selama 10 tahun itu mengaku puas. Baginya ia sudah bekerja semaksimal mungkin  tanpa sekalipun kehilangan kendali diri hingga tak pernah absen dalam berbagai agenda yang sudah dijadwalkan, kecuali ada kegiatan mendadak.

“Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan oleh Allah sehingga saya bisa on call terus 24 jam, dan sabtu minggu tetap monitor. Rapat selalu tepat waktu dan saya tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit. Yang penting kita sudah kerja maksimal, hasilnya serahkan pada Allah,” jelas Irwan. (rls)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *