Kemenparekraf Siap Akselerasi Pariwisata Pariaman

Matari terbenam di salah satu sisi pantai Kota Pariaman. [Foto: Scientia/ilhamabdi355]
Matari terbenam di salah satu sisi pantai Kota Pariaman. [Foto: Scientia/ilhamabdi355]
Pariaman, Scientia – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan sejumlah agenda untuk mengakselerasi pariwisata di Kota Pariaman. Seni pertunjukan, film, produk lokal hingga kuliner akan menjadi sinergi pusat dan Pemko Pariaman ke depannya.

“Luar biasa menurut saya. Pariaman punya potensi alam dan budaya yang menarik. Apalagi fasilitasnya juga sudah tersedia, ” ujar Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, Muhammad Neil El Himam, saat bertandang ke Kota Pariaman, Minggu (14/2).

Neil menambahkan, prioritas saat ini adalah menjaga fasilitas yang ada sekaligus mempromosikan pariwisata Kota Pariaman.

“Sejumlah program sudah dibahas bersama pemerintah daerah. Tinggal aktivasi saja menurut saya,” lanjutnya.

Ia tak menampik tantangan berat daerah dalam kepariwisataan di tengah pandemi Covid-19. Neil mengatakan, Kemenparekraf tak menutup kemungkinan sinergi lebih lanjut dalam penyediaan fasilitas pariwisata di Kota Pariaman. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah daerah memastikan sektor pariwisata dapat terus berjalan.

“Kemungkinannya (pengadaan fasilitas-red) jelas ada. Di bidang kita, tentu fokusnya tetap pada aspek ekonomi kreatif seperti pertunjukan, film dan seni,” imbuhnya.

Kadisparbud Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi kehadiran Kemenparekraf di daerahnya. Kedatangan ini menjadi penanda bahwa pariwisata Pariaman menjadi sorotan nasional.

“Kemarin Kemenparekraf sudah support kita dalam lomba video kreatif,  melatih anak muda Pariaman dalam videografi. Dalam waktu dekat juga akan support pementasan di mana kita bisa menonton film-film pendek,” terang Kadisparbud.

Ia melanjutkan,  Kemenparekraf juga akan mengambil peran dalam melatih masyarakat pelaku ekraf (ekonomi kreatif), baik kesenian lokal hingga kuliner.

“Ya, agar pariwisata dan ekonomi kreatif kita naik level,” lanjutnya.

Pariwisata Kota Pariaman terus berusaha bertahan saat pandemi Covid-19 memporak-porandakan sektor ini di seluruh dunia. Dwi Marhen Yono mengatakan, pihaknya menargetkan 5000 kunjungan wisatawan harian ke Kota Pariaman di tengah kondisi ini.

“Sekitar 1,8 juta kunjungan per tahun. Kalau nanti sudah normal bisa 10.000 kunjungan per hari,” paparnya. (yogi)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *