Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah NU ke-95 di Masjid

Ketua DPRD Dharmasraya Hadiri Peringatan Harlah NU ke-96

Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah NU ke-95 di Masjid Jami' Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak. Minggu, (30/1). [foto : Sci/Tnl]
Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah NU ke-96 di Masjid Jami’ Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak. Minggu, (30/1). [foto : Sci/Tnl]
Dharmasraya, Scientia – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya, Pariyanto menghadiri acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) dan Istighosah Kubro di Masjid Jami’ Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak. Minggu, (30/1)

Dalam sambutannya Pariyanto mengatakan, perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan dalam mengusir bangsa asing, merupakan inisiasi dari NU. Oleh karena itu, NU merupakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yang selalu berkomitmen menjaga NKRI dari perpecahan-perpecahan.

Menurutnya terjadinya perpecahan umat Islam saat ini, dikarenakan adanya golongan-golongan atau kelompok -kelompok yang terlalu mudah mengkafirkan, apalagi bagi sesama muslim.

“Jangan sampai kita terprovokasi dengan isu-isu yang ingin memecah-belah umat Islam dari kelompok-kelompok tertentu yang berpaham radikal,” ujar Pariyanto.

Pariyanto juga menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama salah satu organisasi yang menjadi benteng untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Pariyanto yang juga merupakan penasehat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Dharmasraya ini berpesan, kepada warga Nahdiyin khusus generasi muda untuk mengisi semangat kemerdekaan demi mewujudkan pembangunan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesra Kecamatan Koto Salak Hardison, dan Wali Nagari Pulau Mainan Wali Sabirudin. Kemudian pengurus ISNU, Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Muslimat NU dan warga Nahdiyin. (Tnl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *