
Padang, Scientia– Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Seluruh Indonesia (JMSI) Sumatera Barat (Sumbar), Nevi Zuairina mengajak seluruh media Online untuk menjadi media yang profesional. Merebaknya media online sejak era reformasi telah membuka kran kebebasan mendirikan media siber.
“Kondisi ini tentu menimbulkan persaingan antar media. Saya berharap agar persaingannya profesional dan jangan sampai menjadi media online penyebar hoax,” ujar Nevi Zuairina, anggota DPR RI fraksi PKS.
Menurutnya, seluruh media online di bawah naungan JMSI Sumbar harus menjunjung tinggi sepuluh pedoman media siber, kode etik jurnalistik dan undang-undang Pokok Pers. Hal ini akan mampu menekan drastis hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan, terutama tantangan Hoax pada dunia siber sungguh sangat berat.
“Saya akan konsen terhadap persoalan media ini. Untuk itu pada setiap kegiatan diskusi, dialog untuk menemukan kabaikan-kebaikan, saya akan hadir pada acara JMSI Sumbar,” kata Politisi asal Ranah Minang ini.
Legislator Sumbar II ini berkeyakinan, teman-teman JMSI akan mampu minimal membendung beredarnya Hoax yang merangsek sosial media. Dia mengakui bahwa kecepatan sosial media kini telah melampaui kecepatan media mainstream. Untuk itu, sebagai kontrol dan pengendali, media online sangat perlu menjadi identitas media yang akurat dan terpercaya.
“Saya mengajak semua temen-temen media yang tergabung di JMSI Sumbar, Ayo kita perangi Hoax. Semampu kita, Sekuat tenaga kita. Mudah-mudahan ini menjadi misi mulia kontribusi media online di sumbar untuk rakyat Sumbar khususnya, dan Untuk Rakyat Indonesia pada umumnya”, tutup Nevi Zuairina. (ms/rls/pzv)
Tinggalkan Balasan