![foto bersama Ketua KI Sumbar, Noval Wiska dengan Gubernur Sumatera Bara, Mahyeldi dan Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal di Gebernuran. Senin, (29/3). [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/718f48fa-8be8-4b40-9814-25cbf61bd39b.jpg)
Informasi itu disampaikan, setelah Mahyeldi menanyakan penanganan kasus sengketa informasi yang terjadi. Apakah ada melibatkan instansi atau OPD di lingkungan Sekretariat Pemprov Sumbar.
“Jika memang belum informatif, maka harus ada sinergisitas antar lemabaga termasuk dengan Kabupaten dan kota. Ini harus kita dorong agar peringkat informatif dapat dicapai,” ujar Mahyeldi di Gubernuran.
Mahyeldi juga meminta, agar anugerah kerterbukaan informasi betul-betul menyampaikan fakta yang sebenarnya. Pemprov siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan anugrah, dengan memberikan reward kepada badan publik yang meraih peringkat.(*)
![foto bersama Ketua KI Sumbar, Noval Wiska dengan Gubernur Sumatera Bara, Mahyeldi dan Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal di Gebernuran. Senin, (29/3). [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/718f48fa-8be8-4b40-9814-25cbf61bd39b.jpg)
Tinggalkan Balasan