KKPJ Ajak Pemuda Peka Isu Sosial dan Lingkungan

KKPJ Ajak Pemuda Peka Isu Sosial dan Lingkungan

KKPJ Ajak Pemuda Peka Isu Sosial dan Lingkungan
Foto bersama KKPJ dan peserta diskusi usai nonton bareng.

Dharmasraya, Scientia – Komunitas Pemuda Pengumpul Jelantah (KPPJ) Dharmasraya kembali mengadakan pemutaran film dan diskusi film karya WatchDoc, The End Game. Pemutaran film tentang upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, diputar secara bergilir dari satu kedai kopi ke kedai kopi lain. Selain itu, acara ini berbarengan dengan sosialisasi program KPPJ Dharmasraya.

Pemutaran di White Black Coffee Koto Baru, Sabtu (3/7) malam ini merupakan kedua kalinya setelah diadakan pertama diadakan di Owl Coffee Sungai Rumbai (20/6) lalu.

Peserta diskusi, Enggi (22), mengungkapkan program KPPJ ini menarik. Menyinggung tema pelemahan KPK dalam dokumenter tersebut.

“Menurut saya, ada upaya-upaya pelemahan KPK dalam setiap periode kepemimpinan presiden. Nah, harapan saya ke depan semoga diskusi seperti ini terus berlanjut di Dharmasraya.” Tutup Enggi.

Menurut, Koordinator KPPJ Dharmasraya, Amril Jannah, pemutaran film dan diskusi ini bertujuan untuk kembali membangkitkan peran pemuda saat ini.

“Kita ingin pemuda sebagai garda terdepan dalam pergerakan-pergerakan sosial. Kedai-kedai kopi adalah wadah yang tepat untuk memulainya,” ujar Amril Jannah.

Lebih lanjut, Amril mengutarakan bahwa KPPJ Dharmasraya adalah salah satu pergerakan sosial yang lahir dari diskusi-diskusi sederhana di kedai kopi.

“Dari ngopi menjadi inspirasi. Lewat KPPJ Dharmasraya, kita fokus terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan. Kita ingin bersama-sama dengan semua kalangan. Masyarakat umum, milenial, dunia usaha dan industri serta pemerintah mengentaskan isu-isu terkait,” terang Amril.

Ditambahkan, program KPPJ Dharmasraya ini merupakan gerakan pemberdayaan pemuda dengan mengkampanyekan bahaya jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan. KPPJ mengajak pemuda setiap nagari bergerak bersama dan terbentuk koordinator di nagari.

“Supaya jelantah tidak digunakan berulang-ulang oleh masyarakat dan tidak dibuang sembarang tempat, cukup disedekahkan kepada KPPJ akan diolah. Hasilnya disisihkan untuk beasiswa pendidikan pemuda Dharmasraya. Gerakan seperti ini harus masif dilakukan dan anak muda adalah fondasi dari itu semua, ayo kita bergerak bersama-sama,” tutupnya.(*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *