Wakil Bupati Asahan berikan sambutan pada kegiatan FGD di rumah Dinas Bupati Asahan. [Scientia/Hans]

Komitmen Pemkab Asahan Lahirkan Hufaz Internasional

Wakil Bupati Asahan berikan sambutan pada kegiatan FGD di rumah Dinas Bupati Asahan. [Scientia/Hans]
Wakil Bupati Asahan berikan sambutan pada kegiatan FGD di rumah Dinas Bupati Asahan. [Scientia/Hans]
Kisaran, Scientia – Wakil Bupati Asahan, Taufik Siregar menegaskan, Pemerintah Kabupaten Asahan telah memfasilitasi pendidikan Tahfidz Al-Qur’an sejak tahun 1999. Hasilnya pembinaan yang menggunakan dana APBD itu sudah menamatkan 22 orang Hafizh dan Hafizhah. Mereka yang tamat itu telah mendirikan lembaga penghafal Al-Qur’an di tempatnya masig-masing.

“Sampai saat ini, tercatat ada sebanyak 86 Rumah Tahfidz di Kabupaten Asahan. Jumlah Santrinya yang putera sebanyak 2.297 dan Santri Putri 2.504 orang,” ujar Taufik Siregar saat melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Rumah Dinas Bupati Asahan. Rabu (28/4).

Taufik menyebutkan, saat ini pemerintah tengah membina 60 orang Hufaz di komplek Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran untuk persiapan perlombaan. Menurutnya, Tahfidz adalah cabang yang bergengsi kedua pada event MTQ dan STQ setelah tilawah. Cabang ini juga diperlombakan sampai ke tingkat internasional.

“Karena itulah, pembinaan ini dari segi prestasi tidak hanya dimaksud untuk memberikan nama baik bagi daerah Kabupaten/Kota atau Provinsi. Akan tetapi juga memberikan kontribusi terhadap prestasi bangsa dalam event MTQ internasional,” katanya.

Dikatakan Taufik, tugas setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota beserta dengan pondok-pondok tahfidz-nya menciptakan para huffazh yang memiliki standar internasional. Mudah-mudahan dengan semakin tumbuhnya rumah Rumah Tahfidz di Kabupaten Asahan, mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua LPTQ Provsu Asren Nasution mengatakan, LPTQ Provsu akan menyerap semua aspirasi dari para Hufaz dan Pimpinan Pondok Tahfizh se-Sumatera Utara. Apalagi aspirasi tersebut untuk kemajuan para hafizh dan hafizhah di Sumatera Utara.

Asren juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Sumatera Utara menjadi gudang para hafizh dan hafizhah.

“Kami LPTQ Provsu juga merasa bangga akan Kabupaten Asahan, dimana Pondok Tahfizh telah menjamur di Kabupaten Asahan,” tutup Asren. (Hans)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *