
Pariaman, Scientia – Sanggar Cik Uniang di Balai Kuraitaji latih lansia menari. Sanggar ini memiliki karya Tari Gandang Lasuang yang dimainkan penari lanjut usia.
Menurut pimpinan sanggar, Teta Nursida, sanggarnya melatih anak-anak dan remaja. Namun, sejak tahun 2010 kegiatan lanjut usia sudah mulai diaktifkan. Mulai dari Tari Gandang Lasuang Lansia, Tari Payung dan senam lansia.
“Sanggar Cik Uniang telah ada sejak tahun 2002 yang dibina langsung oleh PKK Kecamatan Pariaman Selatan. Sementara untuk lansia baru mulai tahun 2010,” ungkap Teta, Senin (7/6).
Menurutnya, Tari Gandang Lasuang lansia baru ada di Kota Pariaman dan belum ada di daerah lain, karena sanggar tersebut yang menciptakan sendiri.
“Pada umumnya, ibu-ibu lansia yang ada di Kecamatan Pariaman Selatan bekerja di sawah. Agar tidak susah mengajarkan gerak dan mudah diingat lansia, maka kegiatan yang biasanya dilakukan di sawah itu yang ditampilkan dalam bentuk tarian. Mulai dari menyemai benih, panen sampai menumbuk padi di lasuang,” sebutnya.
Ia kembali menuturkan, Tari Gandang Lasuang lansia dibawakan 15 sampai 20 pemain. Walaupun sudah lanjut usia, tetapi mereka tetap lincah menari dan memainkan alat musik tradisional. Mereka latihan satu kali dalam seminggu.
“Untuk pemain yang menari Gandang Lasuang Lansia dibawakan mulai dari pra lansia dan lansia yang berumur 50-74 tahun. Namun kebanyakan mereka yang sudah lanjut usia. Meskipun demikian, tetapi mereka tetap lincah menari, memainkan talempong, tamburin, lasuang dan memukul gendang,” sambungnya.
Ia berharap kegiatan sanggar ini tetap selalu ada dan Pemko Pariaman terus memfasilitasi penampilan sanggar ini pada acara-acara seremonialnya. Pembinaan juga kami butuhkan supaya lebih maju.

Tinggalkan Balasan