
Padang, Scientia – FGD “Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Sektor Perumahan”, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti minta pemerintah perhatikan 8 hal penting dalam sektor properti. Sektor properti sangat penting karena memiliki peran strategis untuk meningkatkan pertumbuhan 175 industri terkait.
8 hal itu mulai dari realisasi program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) hingga berbagai kemudahan dalam bidang properti kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumahan perlu mendapat perhatian khusus, karena menjadi salah satu sektor terdampak pandemi.
“Pukulan terhadap sektor ini memang sangat dirasakan, misalnya, rumah komersial turun berkisar 50 persen sampai 80 persen. Perkantoran turun 74,6 persen, mall turun 85 persen. Sementara hotel terpukul paling keras dengan penurunan 90 persen,” kata LaNyalla, Senin (28/12).
Adapun 8 hal topik itu pertama adalah relaksasi untuk Rumah Umum Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kemudian kedua, realisasi program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
“Ketiga, program pembiayaan perumahan untuk ASN, TNI, dan Polri; keempat, alokasi anggaran untuk rumah umum subsidi bagi MBR; kelima, relaksasi pajak di sektor properti; keenam, penurunan bunga Kredit Konstruksi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” terang LaNyalla.
“Ketujuh relaksasi pembayaran bunga dan angsuran pokok konsumen MBR dan yang kedelapan adalah substansi aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, agar benar-benar sesuai dengan visi memudahkan investasi dan menciptakan lapangan kerja,” sambungnya.
LaNyalla pun berharap agar FGD ini melahirkan sebuah gagasan yang dapat bermanfaat bagi sektor perekonomian Indonesia, khususnya dalam bidang properti. Sebab menurutnya, di forum ini terjadi kolaborasi dan pertemuan langsung beberapa entitas dan pemangku kebijakan di sektor keuangan dan perumahan serta pertanahan.(pzv/rls)

Tinggalkan Balasan