![Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat wawancara dengan wartawan. [Foto : Scientia/Clo]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0003.jpg)
“Bersasarkan surat edaran MUI dan Dewan Mesjid, kegiatan-kaegiatan itu diperbolehkan. Selama tidak melanggar protokol kesehatan Covid-19,” ujar Mahyeldi. Senin, (12/4)
Dia menyebutkan, untuk kegiatan pesantren ramadhan untuk siswa dan siswi di sekolah, dilaksanakan di mesjid sekolah atau mesjid dekat sekolah. Sedangkan safari ramadhan juga tetap dilakukan dengan pembatasan sesuai protokoler kesehatan.
“Kita harus lebih serius lagi, sebab covid-19 belum selesai. Apapun kegiatan di Sumatera Barat, harus mengikuti protokol kesehatan,” sebutnya.
Mahyeldi juga menghimbau, seluruh masyarakat muslim Sumbar agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama melaksanakan kegiatan ibadah di bulan suci ramadhan. Terutama saat melakasanakan ibadah salat tarawih.
“Bagi warga yang memang ada gejala covid-19 seperti sakit, demam. Diharapkan untuk memeriksa diri dan membatasi kegiatan diluar rumah. Bila perlu, kegiatan ibadah dilakukan di rumah saja,” himbau Mahyeldi. (Clo)
![Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat wawancara dengan wartawan. [Foto : Scientia/Clo]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0003.jpg)
Tinggalkan Balasan