![Pemkab Tanah Datar bersama Anggota DPRD Agam dalam kunjungan kerja membahas strategi BUMNag dan strategi pengembangan PAD di Aula DPMDPPKB Kabupaten Tanah Datar, Kamis (4/2). [Foto: Scientia/Afrizaldi Noerdin]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210205-WA0000.jpg)
“Dalam rangka koordinasi, sharing dan menambah referensi terhadap strategi pembinaan dan pengembangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), serta pendapatan asli daerah (PAD),” terang Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Agam, Syaflin, Kamis (4/2) di Aula DPMDPPKB Kabupaten Tanah Datar.
Kunjungan kerja ke Tanah Datar, kata Syaflin, karena kabupaten ini berhasil mengembangkan lembaga lembaga nagari dan kecamatan sehingga selalu mendapatkan apresiasi, baik di provinsi maupun nasional.
“Kami tertarik dengan salah satu lembaga badan usaha milik nagari yang telah berkembang disini. Kami ingin tahu bagaimana lembaga ini dari awal sehingga bisa mapan mengembangkan usahanya,” kata Syaflin lagi.
Bupati Kabupaten Tanah Datar diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab, Suhermen dalam kata sambutannya menyatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar selalu mengoptimalkan seluruh badan dan lembaga yang telah terbentuk. “Sekaligus menggali lokalitas atau kearifan lokal sehingga bisa berkembang dengan baik,” kata Suhermen.
Kadis DPMDPPKB diwakili sektretaris Dinas, D. Yonasri yang hadir mendampingi kunker tersebut menyampaikan bahwa Tanah Datar telah membentuk lembaga BUMNag di 75 nagari. Hanya 10 BUMNag yang tidak aktif. Sedangkan 65 BUMNag telah berkembang dengan penyertaan modal yang bervariasi. Bahkan ada yang telah mendapatkan bantuan dari Kemendes.
Dalam pengembangan BUMNag, lanjut Yonasri, pemerintah daerah selalu mencari unit usaha potensial yang menyangkut “kedaerahan” untuk dikembangkan.
“Tidak tertutup kemungkinan adanya potensi sumber daya alam seperti pariwisata dan pasar,” imbuhnya. (Afrizaldi Noerdin)
Tinggalkan Balasan