Marfendi: Berita Ditulis Wartawan Itu, Bukan Statement Saya

Marfendi bersama sejumlah wartawan dalam sebuah diskusi, Baru-baru ini. [Foto: Ist]
Marfendi bersama sejumlah wartawan dalam sebuah diskusi, Baru-baru ini. [Foto: Ist]
Bukittinggi, Scientia – Wakil Walikota terpilih Bukittinggi Marfendi Dt Basa Balimo menyatakan, dirinya tidak pernah menyebut akan me-nol-km kan salah satu SKPD di pemko setempat seperti yang diberitakan sebuah media online beberapa hari lalu.

Sementara terkait pemanfaatan rumah dinas walikota di Belakang Balok suatu ketika boleh dipergunakan masyarakat, juga bukan dirinya sebagai wakil walikota yang menyatakan. Itu semua dalam tupoksi sebagai penyampai apa yang dikatakan Walikota Erman Safar.

“Pemberitaan di media online tersebut sudah diberitahukan kepada wartawan yang bersangkutan bahwa paragraf yang saya lingkari bukan statement saya. Setelah saya lingkari, saya kirim kembali kepada wartawannya sekaligus diiringi pesan bahwa pemberitaan itu, bersumber dari pemikiran wartawannya sendiri,” jelas Marfendi sambil memperlihatkan paragraf berita yang dia lingkari kepada Scientia di Bukittinggi, Minggu (14/2).

Ia melanjutkan, setelah memberitahukan melalui pesan WhatsApp bahwa pernyataan dalam paragraf berita bukan statement dirinya, tidak ada tanggapan dari penulis berita di media online dimaksud.

Wakil dari Walikota Bukittinggi terpilih Erman Safar ini mengatakan, setiap aspirasi atau pertanyaan yang disampaikan masyarakat maupun wartawan terhadap dirinya terkait pemerintahan kota, diakui Marfendi, bukan merupakan kewenangannya.

“Saya menyadari dan memahami, setiap kebijakan pemko, bukan merupakan kewenangan saya. Tapi ada walikota terpilih nantinya yang akan menentukan bagaimana penerapan yang tepat guna membangun kota ini,” terang Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukittinggi periode 2020-2025 ini. Apalagi saat ini dirinya bersama walikota terpilih belum dilantik.

Marfendi biasa disapa Buya ini menceritakan, beberapa hari lalu dirinya bersama pengurus PKS menyambangi kantor PWI cabang kota itu di Belakang Balok. Kedatangan pengurus partai adalah dalam rangka silaturrahmi sambil memperkenalkan struktur kepengurusan DPD PKS Bukittinggi yang baru.

“Saat bersilaturrahmi itu, ada pertanyaan dari seorang wartawan tentang sistem kerja sama kehumasan Pemko Bukittinggi dengan media terkesan tebang pilih atau diskriminatif. “Terkait pertanyaan itu saya jawab, hal tersebut merupakan masukan dan nanti InshaAllah kami telusuri,” katanya.

“Masukan akan ‘kami’ telusuri, dimana maksudnya ‘kami’ bukan saya sendiri, melainkan ada walikota kita yang punya kebijakan nantinya menindaklanjuti informasi diterima itu,” jelas Buya mengakhiri. (aef)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *