![Tokoh masyarakat Solok Selatan dan Pesisir Selatan usai berdiskusi dengan DPRD Sumbar, Jumat (29/1). [Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-29-at-13.57.08.jpeg)
“Kita mendesak Menteri Lingkungan Hidup RI agar memberikan izin dalam bidang lingkungan, agar pembangunan jalan Kambang- Muara Labuh dilanjutkan,” ujar Datuk Itam di DPRD Sumbar, Jumat (29/1).
Menurut Datuk Itam, pembangunan jalan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut memiliki sejarah panjang. Bahkan jalur ini sudah dilalui oleh nenek moyang kedua daerah.
“Kondisi jalan sudah tembus, masyarakat sudah berjalan kaki dan sering dilewati,” ujar Datuk Itam sembari menambahkan pihaknya meminta pembangunan infrastruktur jalan untuk diaspal.
Baca:
- Pjs. Bupati Solok Selatan Terima Gelar Adat Datuak Bandaro Bendang
- Gempa Magnitudo 5.3 Berpusat di Pesisir Selatan
Anggota DPRD Sumbar asal Partai Nasdem Bakri Bakar mengatakan, kebutuhan jalan Kambang – Muaro Labuh menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kita dapat menggunakan jalan sebagai jalur evakuasi masyarakat, karena Sumbar rawan bencana gempa dan Kabupaten Pesisir Selatan rawan tsunami,” ujar Bakri Bakar
Dikatakan Bakri Bakar, pihaknya bersama Gubernur Sumatera Barat bakal menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kabupaten Solok Selatan dan Pesisir Selatan.
“Pembangunan jalan dapat memperkuat hubungan sosial dan budaya antara kedua kabupaten serta merupakan dambaan bagi masyarakat,” ujar Bakri Bakar.
Berdasarkan informasi, panjang jalan Kambang – Muaro Labuh lebih kurang 60 km dengan jalan yang sudah diaspal lebih kurang 25 km.
Dalam diskusi tersebut juga dihadiri Ketua Komisi V Yusuf Abit, Mario Syahjohan, Sekwan DPRD Sumbar Raflis dan tokoh masyarakat kedua kabupaten. (*)
Tinggalkan Balasan