![Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memantau kondisi pascagempa Sulawesi Barat, baru-baru ini. [Foto: Dok. DPD RI]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-09-at-12.11.40.jpeg)
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti langsung bereaksi. Mantan Ketua Kadin Jawa Timur itu meminta pemerintah memperhatikan kondisi pengungsi dan menyediakan sarana isolasi bagi penderita Covid-19.
“Kasus Covid-19 yang melonjak sekitar 70 persen itu termasuk pengungsi dan relawan. Untuk mencegah kasus Covid-19 di pengungsian, harus segera dibuatkan ruang isolasi bagi penderita Covid-19 dengan cepat,” sebut LaNyalla melalui keterangan tertulisnya yang diterima Scientia, Selasa (9/2).
Masalah ini diperparah dengan rusaknya rumah sakit khusus penanganan Covid-19 Sulawesi Barat pascagempa.
“Para relawan harus lebih cepat ditangani karena bisa jadi merupakan OTG (orang tanpa gejala-red), sehingga sangat berpotensi menularkan kepada para pengungsi,” lanjut alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Ia menyadari tak mudah menanggulangi bencana di wilayah pengungsian. Hanya saja semua pihak harus menjadi menjadikan masalah ini sebagai prioritas penyelamatan karena efeknya berdampak luas.
“Penanganan Covid-19 saat bencana memang tidak mudah. Tetapi tetap harus menjadi prioritas karena efeknya bisa meluas dan khawatir tidak dapat dikendalikan,” kata LaNyalla.
Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia mengingatkan pentingnya sarana isolasi di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kasus Covid-19 di daerah-daerah tersebut meningkat sehingga mengakibatkan angka terkonfirmasi positif Sulbar naik 70 persen hanya dalam 23 hari.(*)
Tinggalkan Balasan