
Dharmasraya, Scientia – Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya kesulitan sinyal internet alias blank spot. Akibatnya, untuk berkomunikasi melalui seluler harus mencari tempat yang tinggi, seperti naik pohon atau bukit.
“Memang di sini kami susah mendapatkan jaringan internet, baik melalui perangkat telepon maupun komputer,” kata Wali Nagari Tanjung Alam, Armen, Rabu (7/7).
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah ke Nagari Tanjung Alam. Ia merasa miris dengan kondisi anak-anak yang belajar dengan sistem daring tetapi kesulitan jaringan internet.
“Bahkan untuk mengirim data ke kabupaten saja susah. Kemarin ada undangan rapat via Zoom, saya tidak ikut. Lagian mau cari sinyal ke mana, kami di sini hanya menumpang sinyal di kabupaten tetangga,” keluh Armen.
Ia menuturkan, kemarin pihaknya mendapat bantuan dari program Dinas Komunikasi dan Informasi Dharmasraya berupa sebuah WiFi gratis. Namun hanya di kantor wali nagari dan bertahan 1 bulan, sekarang mati lagi.
“Sudah hampir masuk 2 bulan tidak ada sinyal sama sekali sekarang. Kalau anak-anak kita belajar harus ke atas bukit. Di sana agak tinggi, bisa menumpang ke sinyal kabupaten tetangga,” ujarnya.
Di samping itu, wali murid, Iren (37) juga mengeluhkan masalah jaringan. Kata Iren, setiap anak-anaknya akan belajar daring selalu ia antarkan ke bukit.
“Kalau kemarin bisa kami menumpang ke kantor wali nagari, kalau sekarang terpaksa naik puncak lagi,” ungkapnya.
Sampai berita ini diturunkan Dinas Kominfo Dharmasraya belum bisa dikonfirmasi terkait ini.(tnl)

Tinggalkan Balasan