Mindblown: a blog about philosophy.
-

Rupiah Bersiap Stop Rekor Buruk
Jakarta, Scientia – Mata uang Republik Indonesia (RI) Rupiah, mampu bertahan di bawah Rp 14.500/US$ hingga pertengahan perdagangan Senin (5/7/2021) lalu. Peluang Rupiah menghentikan rekor buruk tidak pernah menguat dalam 5 hari perdagangan terbuka semakin lebar, bahkan tidak menutup kemungkinan mempertebal penguatan. Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,38% di Rp 14.475/US$, setelahnya…
-

Bakomubin Bisa Selamatkan Umat dari Paham Sekuler
Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) menyambut baik terbentuknya Badan Koordinasi Mubaligh se Indonesia (BAKOMUBIN) di daerah itu. Dia menilai kehadiran BAKOMUBIN bisa menjadi penyelamat umat dari perpecahan dan paham-paham sekuler. “Pengurus BAKOMUBIN ini tidak hanya terbatas pada ustad tetapi juga cendikiawan yang sebagian menyandang gelar doktor. Kita berharap pada cendikiawan ini bisa menjadi…
-

KKPJ Ajak Pemuda Peka Isu Sosial dan Lingkungan
Dharmasraya, Scientia – Komunitas Pemuda Pengumpul Jelantah (KPPJ) Dharmasraya kembali mengadakan pemutaran film dan diskusi film karya WatchDoc, The End Game. Pemutaran film tentang upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, diputar secara bergilir dari satu kedai kopi ke kedai kopi lain. Selain itu, acara ini berbarengan dengan sosialisasi program KPPJ Dharmasraya. Pemutaran di White…
-
Bentuk -wan, -wati, -in, dan -ah, Benarkah Penanda Gender?
Sejak pandemi Covid-19, sudah banyak warga Indonesia yang meninggal dunia. Dokter, perawat, guru, dosen, ulama, tentara, dan juga tokoh nasional Republik Indonesia meninggal dunia karena virus ini. Pada Jumat, 2 Juli 2021, Indonesia kehilangan tokoh terbaik bidang pewayangan, yakni Ki Manteb Soedharsono. Dia terkenal sebagai seniman dalang wayang kulit. Setelah itu, pada Sabtu, 3 Juli…
-

Puisi-puisi Fadil Ahmadhia Warman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Orang dalam Bingkai Jendela Saat ini nampak ia sedang memakai hutan, dan menyematkan rawa di saku celana. Kali ini dia mengumpulkan samudera, dan menyelimuti bahu dengan merpati putih di jalanan kota. “Ini di mana? Jam berapa?” Di bingkai jendela yang kusam, ia rajut waktu. Ia berharap hilir akan mengalir ke hulu, menunggu jam pasir kembali biru.…
-

Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan
Nanti, Di Atas Nisanku jika, nanti aku tiada tolong tuliskan doa di nisanku doa-doa yang kutuliskan pada setiap ruang yang pernah kududuki sama seperti Eyang Sapardi yang menulis doa di atas nisannya ini bukan perihal meniru atau apa pun itu tetapi hanya untuk mengingatkan orang-orang yang menjengukku nanti bahwa aku masih titipkan “diriku” pada ruang-ruang yang…
-

Satu Mata, Mata Hati Ibu
Cerpen: Rilen Dicki Agustin Ibuku ialah seorang petani. Petani yang hanya memiliki sepetak sawah. Sepetak sawah itulah penghidupan bagi keluarga, yaitu aku, Rania, dan ibu. Maka tak heran, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu juga pergi ke sawah orang, menjadi buruh. Kadang aku kasihan dengan ibu, sebab sejak aku masih usia tujuh tahun, adikku Rania lima…
-

Dinamika Komunikasi Keluarga Selama Pandemi
Yudhistira Ardi Poetra (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya) Tidak terasa, sudah 15 bulan masyarakat Indonesia hidup di dalam kondisi pandemi covid-19. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir dan pergi meninggalkan bumi. Setiap hari, angka kasus baru dan kematian yang diakibatkan oleh virus ini masih sangat tinggi. Menurut data…
Got any book recommendations?

