Pasbar Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

Bupati Pasbar Hamsuardi saat membuka Musrembang RPJMD Kabupaten setempat Tahun 2021-2026.

Pasbar, Scientia – Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021-2026.

Kegiatan ini digelar secara tatap muka dan virtual di Aula Kantor setempat, Kamis (24/6/2021).

Hamsuardi, menyampaikan terdapat tiga fokus pembangunan yang tertuang di dalam visi dan misi Bupati Pasbar. Pertama mengenai pendidikan, yang fokus kepada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

Dia menambahkan, perumusan tujuan pembangunan tersebut didasarkan kepada berbagai permasalahan dan isu strategis yang berkembang saat ini. Masalah itu diantaranya, belum optimalnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik serta masih rendahnya Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Pasaman Barat dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Propinsi Sumatera Barat.

“Di bidang pendidikan, permasalahan yang dihadapi yaitu masih kurangnya sarana dan prasarana serta peralatan belajar, terutama di jorong-jorong tertinggal, belum meratanya distribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mulai dari PAUD hingga SLTP, dan belum meratanya pelayanan pendidikan non formal, informal, dan pembelajaran berbasis masyarakat,” katanya.

Lalu lanjut dia “Setelah Pandemi Covid-19, muncul lagi kualitas belajar-mengajar dan kelengkapan sarana pembelajaran secara online, karena proses belajar mengajar yang biasa dilaksanakan di sekolah, harus dilakukan di rumah.”

Selanjutnya, di bidang kesehatan permasalahan yang dihadapi adalah tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, prevalensi stunting, dan laju pertumbuhan penduduk.

Permasalahan tersebut berakar dari terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan terutama di daerah terpencil, rendahnya cakupan kepemilikan air minum aman dan sanitasi layak, permasalahan lingkungan dan persampahan, serta belum meratanya distribusi tenaga medis dan non-medis di fasilitas kesehatan, mulai dari Polindes, Pustu, Puskesmas, hingga rumah sakit, serta belum optimalnya program keluarga berencana.

Permasalahan ini, Lanjutnya, tidak akan bisa diatasi jika pelakunya hanya unsur pemerintah saja. Oleh karena itu, Ia berharap dukungan segenap masyarakat untuk saling bekerja sama, bahu membahu dalam membangun Pasaman Barat ke depan.

“Untuk itu, perlu beberapa prioritas pembangunan yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan, peningkatan kualitas SDM, peningkatan keamanan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat, perlu adannya peningkatan pengamalan ajaran agama, penerapan nilai-nilai budaya dalam masyarakat, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang kebencanaan dan ketentraman dan ketertiban umum, serta memerangi segala macam tindak diskriminatif terhadap kaum yang lemah.

Terlihat hadir Pj Sekretaris Daerah, Hendra Putra, Para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasi Bidang Agama, Organisasi Wanita dan stakholder terkait lainnya. Sedangkan secara Virtual kegiatan diikuti oleh camat dan wali nagari se- Kabupaten Pasbar. (idn)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *