Suasana Murenbang Kecamatan VII Koto Sungai Sarik di Aula Kantor Kecamatan setempat. Kamis, (17/2) [foto : Sci/Ajo)

Pemerintah Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Dorong Setiap Nagari Ciptakan Ikon Unggulan

Suasana Murenbang Kecamatan VII Koto Sungai Sarik di Aula Kantor Kecamatan setempat. Kamis, (17/2) [foto : Sci/Ajo)
Suasana Murenbang Kecamatan VII Koto Sungai Sarik di Aula Kantor Kecamatan setempat. Kamis, (17/2) [foto : Sci/Ajo)
Padang Pariaman, Scientia – Pemerintah Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman mendorong pemerintah nagari mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas pembangunan yang sejalan dengan visi dan misi bupati. Di antatanya peningkatan ekonomi, pariwisata, UMKM, dan kesenian tradisional.

Camat VII Koto Sungai Sarik, Nini Arlin mengatakan, setiap nagari diminta untuk memunculkan satu ikon utama dari program-program prioritas tersebut, baik itu pariwisata, UMKM maupun program lainnya.

“Kami telah rapat dengan wali nagari yang ada, dan beberapa nagari telah ada yang mengusulkannya. Seperti Nagari Lareh Nan Panjang Induk yang memunculkan program pelestarian kesenian tradisional Minangkabau dengan memanfaatkan laga-laga (pentas kesenian) setempat,” ujar Nini kepada usai Musrenbang di Aula Kantor Camat VII Kota Sungai Sarik. Kamis, (17/2)

Nini juga menyebut, semua aktifitas kesenian tradisional masyarakat se-kecamatan akan dipusatkan di pentas kesenian tersebut. Berbagai fasilitas juga disediakan seperti taman digital, tempat terapi, taman bermain anak-anak, dan tempat beraktifitas lainnya.

“Selain bisa melakukan aktifitas positif, pusat kegiatan tersebut juga memberikan dampak secara ekonomis bagi masyarakat setempat. Para pelaku UMKM juga dapat berjualan di area tersebut, sehingga ekonomi dan peredaran nilai tukar uang lancar,” sebutnya.

Untuk Ekonomi dan UMKM, kata Nini, pihaknya mencanangkan program satu nagari satu UMKM. Artinya semua nagari diarahkan memiliki produk unggulan, sehingga dapat menciptakan pasar untuk peningkatan ekomoni masyarakat.

“Produk-produk UMKM yang telah diusulkan itu, akan dipasarkan melalui bazar kecamatan. Jika kualitas produknya layak dipasarkan secara nasiaonal, kami akan membantu memfasilitasi ke dinas terkait,” katanya.

Menurut Nini, produk UMKM yang menjadi perhatian pemerintah kabupaten menggalakkan produksi olahan buah kelapa, seperti minyak goreng, PCO, sabun dan lainnya. Sebab Kabupaten Padang merupakan salah satu daerah sebagai pusat penghasil kelapa.

“Sebagai daerah penghasil kelapa, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan atau diolah. Apalagi kondisi saat ini, ketersediaan minyak goreng yang langka,” katanya.

Sementara itu untuk program pariwisata, Nini menyampaikan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendaftarkan ikon pariwisata yang ada disetiap nagari.

“12 nagari yang ada telah memiliki ikon pariwisata masing-masing. Semua itu telah didata oleh dinas pariwisata,” sampainya.

Dia berharap, program tersebut dapat terlaksana, sehingga berdampak positif bagi masyarakat nagari. Terutama dapat menjadikan nagari – nagari lebih maju serta mandiri. (Ajo)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *