![Seorang wisatawan sedang bermain paralayang di Lawang Park, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. [Foto:Pixabay/ihsanadity]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/asia-2459314_1920.jpg)
Zuhrizul mengatakan, hampir semua kepala daerah di Sumbar membicarakan pariwisata dalam visi dan misinya saat pemilihan. Sayangnya, tidak ada tindakan nyata untuk pariwisata saat mereka menjabat.
“Saya optimis pengelolaan dunia pariwisata Sumbar akan lebih baik ke depan. Tapi ini membutuhkan keseriusan kepala daerah terpilih memperlihatkan kepeduliannya pada pariwisata yang dibuktikan dengan kebijakan yang dilahirkan,” harap Zuhrizul dalam diskusi bertajuk ‘Strategi Booming Pariwisata Sumbar di Masa Pandemi’ di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Sabtu (13/2).
![M Zuhrizul meminta pemerintah tegas dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat, khususnya di sektor pariwisata. {Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210213-WA0078.jpg)
Pandemi Covid-19 yang kini belum mereda membuat peran pemerintah dalam mewujudkan kepariwisataan yang aman dan nyaman makin dibutuhkan. Zuhrizul menekankan agar regulasi penerapan protokol kesehatan dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh. Dalam penerapannya objek-objek pariwisata yang tidak mematuhi aturan, bila perlu tutup saja karena akan berpotensi merusak image pariwisata Sumbar secara keseluruhan.
“Silah Pak Kadis Pariwisata, kalau Lawang Park dinilai melanggar aturan, tutup saja. Dari pada image secara keseluruhan pariwisata Sumbar rusak di mata wisatawan dunia,” ungkapnya. (cw01)
Tinggalkan Balasan