
Padang, Scientia – Pemerintah Kota Padang ke-4 kalinya raih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dengan kategori ‘Nindya’ dalam Penganugerahan KLA 2021. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Padang, Hendri Septa secara virtual, Kamis (28/7).
“Alhamdulillah, Kota Padang kembali meraih penghargaan KLA 4 kali berturut-turut untuk kategori Nindya sejak 2017. Penghargaan ini bukanlah tujuan utama, namun yang terpenting, upaya Pemko untuk memenuhi hak dan perlindungan anak di Kota Padang bisa terpenuhi dalam artian luas,” ujar Hendri Septa.

Menurutnya, tujuan utama adalah pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak-anak dan generasi muda yang Kota Padang terpenuhi secara optimal. Ia ingin Kota Padang dikenal sebagai kota yang ramah anak-anak (developed children city).
Ia bertekad agar anugerah yang diterima untuk terus dijadikan pemicu agar lebih baik lagi dalam memenuhi hak dan perlindungan terhadap anak di Kota Padang. Penghargaan ini juga tak luput dari adanya perhatian dan dukungan penuh dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder terkait, termasuk semua elemen masyarakat.
“Kita tentu berharap di masa mendatang pencapaian kita tidak sampai di sini saja. Sekarang kategori Nindya, semoga tahun depan bisa meraih KLA kategori Utama. Semoga beberapa pemenuhan indikator penilaian ke depan bisa kita upayakan semaksimal mungkin,” harapnya.

Ia menambahkan, program-program penunjang pun telah diluncurkan Pemko Padang untuk inovasi KLA. Mulai dari pengembangan Perda Nomor 24 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda ini bentuk komitmen Kota Padang bebas iklan, promosi dan sponsor rokok di tahun 2018 dan disusul pembentukan Satgas Pengawasan KTR.
Program pembinaan terpadu bagi anak jalanan yang bekerja sama dengan Batalyon 133 Yudha Sakti, serta pembangunan trotoar bagi penyandang disabilitas sepanjang 44 kilometer di 7 titik di Kota Padang.
Program 1821 yang diluncurkan sebagai program penguatan peran keluarga terhadap anak. Kemudian ada inovasi Puskesmas Ramah Anak, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Anti Kekerasan dan Penanggulangan Narkoba, Komunitas Perlindungan Anak.
Begitu juga melakukan sosialisasi dan pembentukan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) di seluruh kelurahan di Kota Padang.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, penghargaan dan penganugerahan KLA merupakan bentuk apresiasi Kementerian PPPA atas segala upaya pemerintah daerah melalui para gubernur, bupati, dan walikota di Indonesia.
“Kita bersyukur telah terjadi peningkatan penerima penghargaan KLA dibanding tahun sebelumnya, 2019. Pada 2020 tidak kita laksanakan karena pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 ini penerimaan KLA meningkat dari tahun 2019, yakni dari 249 menjadi 275 kabupaten/ kota,” ujarnya.(adv)

Tinggalkan Balasan