Jakarta, Scientia–Rapat Anggota Luar Biasa (RLBA) Persatuan Penulis Indonesia Satupena yang digelar Minggu (8/8/2021) telah memutuskan perubahan mendasar dalam struktur organisasi. Perubahan itu menyangkut kepemimpinan yang dilakukan secara kolektif kolegial. Pada RLBA, terpilih 5 orang ketua, yakni Mardiyah Chamim, S Margana, Putu Fajar Arcana, Imelda Akmal, dan Geger Riyanto. Para ketua dibantu oleh Sekar Chamdi sebagai sekretaris umum dan bendahara umum.
Perubahan kepemimpinan yang terpusat di tangan ketua umum menjadi kolektif kolegial dianggap perlu untuk menjalankan roda perkumpulan secara lebih dinamis dan demokratis. Masing-masing ketua akan bertanggung jawab terhadap bidang-bidang seperti:1) Bidang Organisasi dan Keanggotaan; 2) Bidang Advokasi dan Hukum; 3) Bidang Komunikasi Publik; 4) Bidang Program Kerja dan Kerja sama; dan 5) Bidang Pengembangan Sumber Daya.
Sementara itu, Tim Caretaker yang menggelar RLBA menyerahkan kepada para pimpinan baru Satupena untuk segera berembug menempatkan para ketua bidang. “Selanjutnya, nanti akan dipilih seorang koordinator ketua yang memegang kendali organisasi selama setahun, tentu dibantu oleh para ketua bidang lainnya. Selanjutnya, pada tahun kedua koordinator ketua akan dialihkan kepada ketua bidang lainnya. Begitu terus berjalan selama 5 tahun masa kepengurusan,” kata anggota Tim Caretaker, Hikmat Darmawan, yang juga memimpin jalannya RLBA.
Pada waktu yang sama, salah seorang anggota Tim Caretaker yang kemudian terpilih sebagai salah satu ketua Satupena periode 2021-2026, Mardiyah Chamim menyampaikan,“Kita semua sedang merayakan kebersamaan, walaupun tidak melupakan agenda utamanya melakukan koreksi terhadap kepengurusan sebelumya yang terpusat pada satu orang,” ujar Mardiyah.
Keriangan dan kehidmatan itu antara lain ditandai dengan pembacaan puisi oleh penyair Kurnia Effendi, Isbedy Setiawan, Sihar Ramses Simatupang, Magdalena Sitorus, serta Purnama Sari. Penyair Warih Wisatsana didaulat memberi pengantar RLBA untuk memberikan penekanan pada semangat rapat sebagai upaya meluruskan jalan organisasi, yang selama ini dia gambarkan terseok-seok. “Setidaknya ada semangat pembaruan agar lebih tegas berbenah dan melangkah,” kata Warih.
Turut pula memberi suasana kemeriahan penembang puisi Reda Gaudiamo meskipun tidak menjadi anggota Satupena, sebagai penulis Reda merasa sudah seharusnya memberikan support kepada para penulis yang sedang menggelar RLBA.(**)
Tinggalkan Balasan