![Pesona alam nan asri dan pemandian sejuk dari mata air pegunungan siap memanjakan wisatawan di Batu Putiah, Kabupaten Agam. [Foto: Scientia/Aef]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-12-at-23.38.22.jpeg)
Batu Putiah kiranya nama baru objek wisata yang perlu kamu masukkan dalam daftar kunjungan di akhir pekan. Terletak di dusun Batu Putiah, Koto Tuo, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, objek ini tak hanya soal pemandian alam.
Batu Putiah menawarkan banyak hal. Di sini wisatawan disuguhi pemandangan alam pedesaan yang asri, hamparan sawah hijau, dan tentu saja pemandian dengan air sejuk yang mengalir dari pergunungan.
“Objek wisata Batu Putiah berupa pemandangan alam atau nuansa pedesaan yang dikelilingi bukit bebatuan dan hamparan sawah masyarakat, dilengkapi tempat mandi berupa sungai. Sungai pemandian ini, dialiri air jernih bersumber dari mata air perbukitan batu, kurang lebih sepanjang 1 km,” ujar Tri salah seorang pengelola saat berbicang dengan Scientia, Jumat (12/2).
Air yang mengalir di sungai selebar 3 meter itu sangat alami dan selalu bersih sebab perputaran air selalu berganti. Wisatawan yang mandi pun tidak perlu khawatir akan kebersihannya.
“Bahkan wisatawan, terutama anak-anak sambil mandi atau berenang di sungai, dapat pula bermain-main dengan ratusan ikan yang jinak,” ujar Tri menambahkan. Ia mengatakan, ikan tersebut sengaja diperlihara agar wisatawan yang mandi semakin senang. Sekaligus wisatawan juga diperkenankan memberi pakan ikan-ikan tersebut.
Ditempat sama Ketua Pengelola Objek Wisata Batu Putiah, Rafael menjelaskan, destinasi wisata Batu Putiah memang baru dikelola beberapa bulan belakangan. Pengelola juga masih berupaya menambahkan sejumlah fasilitas dan ornamen-ornamen lain guna memaksimalkan pengalaman pengunjung.
“Masih terbilang baru dan kami butuh pengembangan infrastruktur lain agar wisata alam ini semakin diminati. Salah satu pengembangan yang kami targetkan adalah membuat objek wisata ini berbasis go green dan makin interesting hingga pengunjung semakin merasakan suasana alam yang asri serta sejuk,” katanya.
Dalam waktu dekat, ujar Rafael, pihaknya berencana membuat pengembangan tersebut terealisasi dengan harapan minat pengunjung semakin meningkat. Jika pengunjung semakin ramai, kata dia, tentunya akan berimbas terhadap perekonomian masyarakat.
Bagi kamu yang ingin segera berkunjung ke Batu Putiah, lokasinya dapat ditempuh sekitar 20 menit dari Kota Bukittinggi, begitu juga dari Kota Payakumbuh. Siapkan juga kocek Rp5000 untuk membeli tiket masuk.(aef)
Tinggalkan Balasan