Pj Gubernur Sumbar: Sekolah Harus Dipandang sebagai Aset

Pj Gubernur Sumatera Barat Dr Hamdani membuka secara resmi Pelatihan Fungsional Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di gedung Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumbar, Selasa (23/2). [Foto: Humas Setda Sumbar]
Pj Gubernur Sumatera Barat Dr Hamdani membuka secara resmi Pelatihan Fungsional Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di gedung Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumbar, Selasa (23/2). [Foto: Humas Setda Sumbar]
Padang, Scientia – Pj Gubernur Sumatera Barat Dr Hamdani membuka secara resmi Pelatihan Fungsional Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di gedung Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumbar, Selasa (23/2). Dalam kesempatan itu, Hamdani memina agar BPSDM Sumbar menciptakan terobosan-terobosan dalam memacu kualitas sekolah.

“Di dalam pengelolaan pendidikan di sekolah harus dipandang sebagai aset. Karena itu harus ada terobosan untuk menciptakan guru yang profesional melalui peningkatan dan pengembangan kompetensi. Ini lah yang menjadi tanggung jawab BPSDM,” ujar Hamdani.

Adapun tugas bagi BPSDM, lanjut Hamdani, diantaranya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan aparatur, meningkatkan pengkajian, penelitian dan pengembangan SDM aparatur, meningkatkan koordinasi rencana dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

“Pendidikan bermutu akan menentukan kualitas bangsa Indonesia. Para guru perlu pelatihan agar lebih baik dan profesional dalam bidangnya,” lanjutnya.

Sebelumnya Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat, Dr Jefrinal Arifin dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan diklat ini adalah untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional dalam mengelola sekolah serta untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengelola manajerial pendidikan di sekolah.

Diklat ini diikuti 30 peserta yang berasal dari kepala SMA/SMK/SLB di lingkungan pemerintah Provinsi Sumbar. Peserta pun merupakan utusan dari berbagai kabupaten dan kota seperti Kabupaten Solok, Dharmasraya, Pasaman Barat, Kota Solok dan Sawahlunto.

“Lama pelatihan 121 jam pelajaran atau dari tanggal 22 Februari s.d 17 Maret 2021 dengan sistem In class dan On class,” ujar Jefrinal.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPSDM Sumbar, Dr. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, SE. MSi, pejabat struktural dan wiydaiswara BPSDM Provinsi Sumatera Barat. (rls)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *