![Ketua PMI Pasaman Barat, Risnawanto sekaligus Wakil Bupati Pasaman Barat kunjunggi korban gempa Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Minggu, (6/3) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220306-WA0001.jpg)
Untuk tahap awal, PMI akan membangun sekitar 200 unit rumah hunian sementara di halaman atau samping rumah warga yang roboh.
“Saat ini kita sedang memetakan jumlah kebutuhan rumah yang akan dibangun dan menunggu data final jumlah rumah yang rusak,” kata Wakil Bupati Pasaman Barat yang juga Ketua PMI Pasaman Barat, Risnawanto. Minggu, (6/3)
Risnawanto juga mengatakan, bangunan rumah tersebut berukuran 3×4 meter persegi, dengan komposisi bangunan yang terdiri dari dinding yang dibuat dengan terpal, lantai bambu yang terpisah dari tanah dan dilapisi terpal serta dilengkapi dengan pintu dan jendela sebagai ventilasi.
“Kita sudah buat satu contoh unit rumah hunian sementara bagi warga terdampak gempa yang dibangun di Halaman SMP 2 Kajai Talamau,” katanya.
Menurutnya, hunian sementara itu bisa digunakan selama enam sampai delapan bulan, hingga adanya bantuan pemerintah untuk kembali membangun rumah permanen. Selain itu, pihaknya melalui tim universitas yang telah ditunjuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan pengkajian untuk penentuan jenis kerusakan rumah warga yang akan dibangun.
Risnawanto juga mengimbau kepada para dermawan untuk bersama-sama membangun hunian sementara bagi warga terdampak gempa.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Pasaman Barat, Rida Warsa mengatakan, rumah hunian sementara itu tetap memperhatikan kesehatan masyarakat. Artinya rumah itu aman dari genangan air karena lantainya tinggi dari tanah, pakai ventilasi atau lubang udara yang cukup.
“Hunian sementara itu bisa melindungi dari hujan, angin kencang dan panas serta menjaga privasi warga,” katanya.
PMI memperkirakan, dari data sementara dibutuhkan sekitar 2.000 sampai 2.500 rumah hunian sementara bagi korban gempa.
“Itu dari kajian data PMI. Tentu kita menunggu hasil dari validasi pemerintah. Yang jelas kita akan bangun rumah hunian sementara,” sebutnya.
Sedangkan biaya membuat satu hunian sementara hanya memakan biaya sekitar Rp2,5 juta yang terbuat dari kayu, terpal dan beralaskan bambu dikasih terpal untuk lantainya.
“Jika ada dermawan membuat yang lebih baik tentu sangat bagus. Sebab, peran serta semua pihak sangat diharapkan dalam membuat hunian sementara ini,” katanya. (Idn)
![Ketua PMI Pasaman Barat, Risnawanto sekaligus Wakil Bupati Pasaman Barat kunjunggi korban gempa Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Minggu, (6/3) [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220306-WA0001.jpg)
Tinggalkan Balasan