![Sejumlah anggota Poktan Palantak mengangkat endapan lumpur dari saluran air tersier Jorong .Galogandang Nagari III Koto, Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Rabu 24/2) siang. Aksi gotong royong ini dilakukan untuk melancarkan pasokan air lahan, khsusnya menghadapi musim kemarau mendatang. [Foto: Scientia/zal]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-24-at-19.18.01-e1614231264936.jpeg)
Saluran yang tersendimentasi ini akan memicu masalah kekeringan lahan, khususnya saat musim kemarau melanda.
“Pada musim hujan ini memang tidak terasa debit air yang masuk ke sawah, sebab ada saluran air di atas sana yang cukup untuk mengairi lahan 42 hektar sawah Palantak ini,” kata Rizaldy Syamsa, pengurus Poktan Palantak saat berbincang dengan Scientia di tengah aksi gotong royong.
Endapan di saluran air, sebut Rizaldy, dipicu oleh kemiringan saluran air tersier yang cukup tajam. Kemiringan tersebut membuat banyak lumpur masuk dan mengendap, khususnya saat musim hujan.
Aksi gotong royong tidak hanya diikuti oleh anggota kelompok tani dan pengurus. Di lokasi juga tapak hadir sejumlah niniak mamak yang memiliki lahan.
Ulil Amri Datuak Kayo menanggapi antusiasme ninik mamak dalam kegiatan ini. Baginya, peran serta niniak mamak dalam kelompok tani di Minangkabau adalah bagian krusial dari kelompok tani itu sendiri.
“Kami sangat mendukung dan membina kegiatan positif seperti goro ini dimasukkan ke dalam agenda kegiatan kelompok,” kata Datuak Kayo.
Inisiatif Poktan Palantak menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran air dan irigasi ini mendapatkan apresiasi dari Kepala UPT Pertanian Rambatan, Tunasril. Kepada Scientia, Tunasril gotong royong sudah menjadi tradisi yang sangat baik untuk dijaga, khsusnya oleh kelompok tani.
“Sebagian gotong royong diikuti dengan adat ‘bakawua’, yaitu rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Kegiatan positif ini akan selalu kita dukung dan bina. Dengan adanya Goro seperti ini akan terjalin komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama sekali sosialisasi program-program pemerintah kepada petani,” kata Tunasril. (zal)
Tinggalkan Balasan