![Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama sekaligus Kadiskominfo Pemko Pariaman, Hendri. [Foto: FJKIP]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-08-at-14.28.45-e1612782386121.jpeg)
“Semangat workshop dan output-nya membuat kami selaku PPID Utama mendukung kegiatan yang dilaksanakan FJKIP dengan rekomendasi dari PMD dan Komisi Informasi (KI) Sumbar,” ujar Hendri saat menerima Wakil Ketua KI Sumbar Adrian bersama Pantia Workshop FJKIP, Senin (8/2) di ruang kerjanya.
Dukungan itu, menurut Hendri, berdasarkan pada kebutuhan pengelolaan informasi publik pemerintahan desa khususnya di masa pandemi yang mestinya berbasis daring.
“Materi workshop yang dilaksanakan dua hari dan narasumber yang mumpuni tentu bisa membuat PPID desa di Pariaman mengaplikasikan keterbukaan informasi publik secara nyata,” ujar PPID Utama yang berhasil membawa Pemko Pariaman menyabet Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 sebagai badan publik informatif tersebut.
“Informatif pada 2020 penilaian KI Sumbar merupakan kerja keras dan bersama jajaran PPID Utama dan PPID Pembantu di Pemko Pariaman. Tidak kalah pentingnya political will Walikota, Pak Genius Umar,” ujar Hendri didampingi Kabid IKP Diskominfo Pariaman Eka Putra.
Wakil Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi mengapresiasi Pemko Pariaman.
“Semula tidak diperhitungkan, tapi sadar akan pentingnya keterbukaan informasi publik, Pak Hendri mampu meraih grade tertinggi penilaian keterbukaan informasi yaitu informatif,” ujar Adrian didampingi Panitia Workshop Ade Suharmansyah dan Mona Sisca.
Mona Sisca berharap Pemko Pariaman dapat sebanyak-banyaknya mengutus Kepala Desa atau operator desanya ikut workshop KIP berbasiskan digital dan jurnalism online.
“Semoga Pak Hendri bisa menyampaikan harapan kami ke Walikota Pak Genius Umar,” ujar Mona. (rls, ksib/fjkip)
Tinggalkan Balasan