Prof. Bambang: Matinya Peran Moral Cendekiawan Yahudi Atas Tragedi Berdarah di Palestina

Prof. Bambang: Matinya Peran Moral Cendekiawan Yahudi Atas Tragedi Berdarah di Palestina

Prof. Bambang: Matinya Peran Moral Cendekiawan Yahudi Atas Tragedi Berdarah di Palestina
Prof. Bambang Saputra.

Jakarta, Scientia – Cendekiawan muda, Prof. Bambang Saputra mengecam keras tindakan militer Israel terhadap penduduk Palestina dari waktu ke waktu yang hampir dapat dikatakan sebagai genosida. Menurutnya, ini adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

Hampir satu bulan dan puncaknya selama satu pekan akhir Ramadan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Israel kembali menyerang Palestina. Kata Bambang, sungguh merupakan suatu realita bahwa cucuran air mata dunia tidak mampu membendung kebiadaban dan kebengisan militer zionis Israel terhadap penduduk Palestina.

“Setiap tragedi biasanya ada dalangnya. Demikian pula setiap serangan militer suatu bangsa terhadap bangsa lainnya pasti ada dalang intelektual di belakangnya. Di balik serangan bersenjata berat Israel terhadap penduduk Palestina dipastikan adalah Yahudi,” katanya kepada Scientia, Senin (17/5).

Ketegangan politik internal antara kelompok Hamas dan Fatah, menjadi pelengkap atas kepentingan yang lebih besar Israel untuk merebut dan memperluas daerahnya dengan merampas tempat tinggal warga sipil Palestina.

Menurutnya, yang paling menyedihkan adalah terjadinya ledakan di saat kota suci itu dalam nuansa merayakan Idul Fitri bagi umat Islam dan memperingati kenaikan Isa Al Masih bagi umat Nasrani sedunia. Maka setidaknya para intelektual atau cendekiawan Yahudi-lah yang paling bertanggungjawab atas tindakan yang bukan saja brutal, tetapi tidak intelek dan juga tidak manusiawi.

“Sejatinya sengketa antara Israel dan Palestina adalah persoalan politik dan hukum. Maka idealnya diselesaikan secara politik dan hukum internasional, dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sangat diharapkan untuk membantu melerai dan menyelesaikan konflik tersebut. Kemudian, secara internal seharusnya cendekiawan Yahudi-lah yang memprakarsai perdamaian itu dan mendesak PBB untuk turun tangan,” terangnya.

“Sebagai cendekiawan muslim Indonesia, saya mengutuk keras para cendekiawan Yahudi yang mulutnya tidak menyerukan melarang kebiadaban dan kebrutalan yang dilakukan militer zionis Israel itu terhadap penduduk Palestina,” tegas Bambang.

Bambang kembali menuturkan, setiap cendekiawan di bidang apapun adalah pewaris para utusan Tuhan, yang tugasnya adalah meluruskan kekeliruan umat manusia di muka bumi ini. Agar tetap menjaga kesucian fitrah nurani kemanusiaan dalam wujud spiritual dan perilaku yang tidak melampaui batas-batas kemanusiawiannya.

“Kebengisan dan kebiadaban militer Israel terhadap penduduk Palestina secara terang-terangan disaksikan oleh seluruh manusia di penjuru dunia. Pertanyaan kemudian, kenapa para cendekiawan Yahudi seakan mati rasa dan diam seribu bahasa. Berkilah dan saling menuding salah dan menempatkan kebenaran dalam kesalahan,” tutup Bambang.(saufi)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *