Prosesi Adat Antarkan Mantan Bupati Tanah Datar ke Sipangka

Prosesi adat penyerahan Mantan Bupati Zuldafridharma yang dulunya wakil bupati dan Bupati (Alm) Irdinansyah Tarmizi kepada KAN Buo dan KAN Parambahan oleh LKAAM Tanah Datar di Gazebo Indo Jalito Batusangkar, Kamis (18/2). [Foto: Scientia/zal]
Prosesi adat penyerahan Mantan Bupati Zuldafridharma yang dulunya wakil bupati dan Bupati (Alm) Irdinansyah Tarmizi kepada KAN Buo dan KAN Parambahan oleh LKAAM Tanah Datar di Gazebo Indo Jalito Batusangkar, Kamis (18/2). [Foto: Scientia/zal]
Batusangkar, Scientia – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Tanah Datar menggelar prosesi adat ‘memulangkan’ mantan Bupati Zuldafridharma yang dulunya wakil bupati dan Bupati (alm) Irdinansyah Tarmizi. Kedua pemimpin itu diserahkan kembali kepada KAN Buo dan KAN Parambahan setelah menyelesaikan masa tugasnya.

Siriah pulang ka gagangnyo, pinang pulang ka tampuaknyo.

Plt Bupati Tanah Datar, Irwandi menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada Irdinansyah Tarmizi Taher (Alm) dan Zuldafridharma nama ASN dan masyarakat Tanah Datar.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap kinerja, sumbangsih pemikiran serta dukungan terhadap program kelembagaan adat dan keagamaan,” kata Irwandi di Gazebo Indo Jalito Batusangkar, Kamis (18/2).

Irwandi menambahkan, selama kepimpinan lima tahun ini, Tanah Datar telah banyak mendapatkan prestasi yang cukup membanggakan.

“Berbagai kebijakan dalam pelestarian dan pengembangan adat dan budaya selama kepemimpinan beliau nantinya juga akan diusulkan untuk dipertahankan kepada bupati dan wakil bupati terpilih,” lanjutnya.

Pada kesempatan lain Ketua LKAAM Tanah Datar diwakili Sektretaris Dt Marah Bangso mengatakan, Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafridharma pemimpin yang sangat peduli terhadap adat istiadat serta berperan penting dalam pengembangan dan pelestarian adat.

“Melalui program-program dan kebijakannya selama memimpin Luhak Nan Tuo telah banyak perkembangan yang kita lihat,” sebut Dt Marah Bangso.

Ia melanjutkan, “Hari ini kita lakukan prosesi adat penyerahan kembali Bupati Tanah Datar, Zuldafridharma dan Ibu Retri Zuldafridharma kepada KAN Nagari Parambahan dan KAN Nagari Buo. Bak pepatah Minang ‘Datang nampak muko pulang nampak pungguang’, awalnya diantarkan melalui adat, sekarang pun kita kembalikan juga dengan adat pula.”

Dalam kata sambutannya, Zuldafridharma menyampaikan maaf kepada seluruh masyarakat dan niniak mamak Tanah Datar. Terutama apabila ada sikap dan kebijakannya yang tidak pada tempatnya.

“Dulu Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafridharma diantarkan ke Indo Jalito secara adat. Untuk itu kini dengan habisnya masa pengabdiannya juga dilakukan hal yang sama. Siriah pulang ka gagang, pinang pulang ka tampuaknyo,” kata Zuldafridharma.

Ia berharap, prosesi adat yang kini dilestarikan dapat terus dilanjutkan sebagai identitas budaya masyarakat Tanah Datar di masa mendatang.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita di Luhak nan Tuo ini,” ujar Zuldafridharma.(zal)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *