Bukittinggi, Scientia – Sarana sanitasi yakni Tendon isi ulang untuk menerapkan kebiasaan mencuci tangan yang difasilitasi Pemko Bukittinggi, di Terminal Aur Kuning, Kota Bukittinggi terlihat kotor dan tidak terurus.
“Selain kotor dan tidak terurus, tendon pun tidak diisi air beberapa hari belakangan ini,” ungkap salah seorang agen bus antar provinsi Wak Nal kepada Scientia di terminal itu, Sabtu (27/11/2021).
Menurut dia, keberadaan tendon di keramain atau ditempat umum seperti terminal, harusnya setiap saat diperhatikan dan selalu di isi ulang.
“Terminal merupakan tempat keramaian. Lagian orang yang masuk ke dalam terminal dari berbagai daerah luar kota. Dengan demikian, guna menerapkan hidup bersih dan menghindari masyarakat dari penyebaran Covid-19, fasilitas (tendon) yang disediakan pemerintah, hendaknya benar-benar diperhatikan serta terisi air,” katanya.
Pria yang aktif diberbagai organisasi itu mengharapkan, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi atau SKPD terkait yang membidangi, hendaknya selalu memperhatikan setiap waktu sekaligus tidak membiarkan tendon kosong alias tidak terisi air.
“Selayaknya memang demikian, tendon selalu bersih dan terisi air untuk khalayak mencuci tangan. Hal itu juga sejalan dengan himbauan pemerintah menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, semua keberadaan tendon air mencuci tangan, pengisian ulang air dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran kota setempat.
Kepala Dinas Damkar, Martias Bayu saat dihubungi mengatakan, pengisian tendon dilakukan setiap hari.
“Terimakasih atas informasinya, besok dikonsolidasikan. Dan pengisian air dilakukan setiap hari,” jawabnya singkat. (aef)
Tinggalkan Balasan