
Padang, Scientia – Sudah empat kali Formatur bersama Ketua Umum hasil Kongres VI DPP IKA Unand rapat untuk menyusun kepengurusan DPP IKA Unand periode 2021-2025, itu pun infonya masih belum kelar, ada apa ya?
Bahkan rapat formatur terakhir secara daring semakin alot dan hot. Apalagi kabarnya ada beberapa formatur abstain dan mungkin mengembalikan mandat formatur kepada panitia Kongres VI IKA Unand.
Shadiq Pasadique dikonfirmasi terkait kondisi rapat formatur IKA Unand mengatakan, suasana rapat tidak efesien dan tidak efektif.
“Bahkan terkesan ketua umum hasil kongres kaku, sehingga memaksakan diri untuk menempatkan orang tertentu di kepengurusan IKA Unad kedepan,” ujar Sahadiq Pasadique di Padang, Senin (6/9/2021).
Menurut Dia, ada posisi penting yang mestinya menunjukan IKA Unand dengan semangat pembaharuan.
Meski sudah empat kali formatur bersama Ketua Umum terpilih DPP IKA Unand rapat, namun masih terbentur untuk posisi penting Sekjen dan Ketua Harian DPP IKA Unand.
“Ada persoalan belum berujung sampai rapat formatur ke empat, yakni siapa alumni yang ditempatkan sebagai Sekjen dan Ketua Harian,” ujar Anggota Formatur Shadiq.
Menurut Shadiq, Ketua Umum Rustian mestinya tidak kaku dalam menempati alumni terbaik menjadi Sekjen dan Ketua Harian.
“Jangan kaku, Ketua Umum terpilih harus mampu membuka diri untuk masukan, tujuan kita sama menjadikan IKA Unand lembaga payung bagi 130 ribu alumni Unand, kalau Ketum memaksakan si A Sekjen atau si B Ketua Harian, biar saya pilih abstain saja,” ujar Shadiq.
Sementara Anggota Formatur dari unsur SC Kongres VI IKA Unand yang juga Sekretaris Formatur Teddy Alfonso ditempat terpisah mengakui, bahwa penyusunan pengurus pada 4 kali rapat formatur secara offline dan zoom meeting berlangsung sangat alot.
“Sebagian besar anggota formatur mengharapkan posisi ketua harian mesti diisi tidak dirangkap oleh Wakil Ketua Umum, karena seperti itu perintah dari AD ART IKA Unand. Dan sebagian besar anggota formatur mengharapkan posisi tersebut diisi oleh Prof. Dr. Renny Mayerni, MS yang kini menjadi Deputi Lemhanas RI,” ujar Teddy.
Untuk Sekjen kata Teddy Alfonso diisi oleh alumni yang diharapkan dapat bekerjasama dan sejalan dengan Ketum terpilih Rustian. Dan dipersilahkan Rustian memilihnya.
Namun keinginan formatur tersebut mendapat penolakan dari Rustian. Rustian lebih memilih Prof. Dr. Renny Mayerni, MS yang sudah menjabat sebagai Sekjen selama 2 kali periode.
“Nah, kalau Rustian tetap menempatkan beliau, itu artinya jabatan Sekjen dipegang Prof. Dr. Renny Mayerni,MS selama 3 periode berturut-turut. Ini menurut sebagian besar anggota formatur, tidak elok dan tidak patut karena menghambat proses kaderisasi dan regenerasi,” ujar Teddy.
Namun kata Alumni Akutansi Unand ini, Ketum Rustian terkesan terus memaksakan keinginan.
“Sehingga ada usulan bahwa rapat formatur sebaiknya dihentikan saja, dan mengembalikan mandat formatur ke peserta kongres,” ujar Teddy.
“Tapi setiap saran dari sebagian formatur, Ketua Umum terpilih bergeming soal Sekjend IKA Unand itu.
Saya dengan pak Shadiq juga formatur lain sudah beri argumentasi tetap saja saja Pak Rustian tidak menggubris. Kalau begini caranya, saya biar ikut bang Shadiq saja yaitu abstain,” ujar Teddy.
Kata Teddy Alfonso dari berpengalaman penyusunan pengurus IKA Unand pada periode-periode sebelumnya, formatur harus mampu menyusun kepengurusan secara bermusyawarah dan mufakat,
“Jadi harus mampu “baiyo iyo” sehingga mampu mengakomodasi pendapat semua pihak. Kalau di tingkat rapat formatur sudah tidak solid, bagaimana nantinya kepengurusan akan berjalan nantinya. Leadership ketua umum kelihatannya sedang diuji,” ujar Teddy sambil bercanda Teddy.
Berdinamika Wajar dan Lumrah
Menyikapi ada apa rapat formatur sampai berkali-kali dan pro konra soal jabatan Sekjen dan Ketua Harian, Ketua Umum hasil Kongres VI IKA Unand Rustian menyebut hal biasa dan dinamika yang lumrah.
“Sampai hari Rabu besok personalia kepengurusan kita cek lagi bersama formatur. Sabtu 11/9-2021 proses tanda tangan semua formatur IKA Unand,” ujar Rustian.
Bahkan Rustian tidak menapik rapat alot dan dilakukan berkali-kali.
“Yang namonyo rapek (namanya rapek) pastilah punyo dinamika, itu manandokan (tanda) bahwa semua formatur memberikan pemikiran yang terbaik untuk susunan kepengurusan, di samping ke15 Ketum IKA Fakultas se Unand,” ujar Rustian. (pzv)

Tinggalkan Balasan