Senator Emma Yohana Minta Lembaga Pendidikan Bekerja Lebih Keras Menekan Potensi Perundungan

PADANG, Scientia.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Emma Yohanna, memandang perilaku perundungan atau bully di kalangan siswa atau remaja semakin mengkhawatirkan. Sehingga perhatian dari semua pihak, terutama sekali lembaga pendidikan dan orang tua, perlu lebih ditingkatkan.

Hal itu disampaikan sang Senator saat menjadi narasumber pada seminar internasional bertajuk The Role of Counselors in Protecting Teenagers Dealing with Bullying and Cyber Bullying, yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam UIN Imam Bonjol Padang di Auditorium Prof Mahmud Yunus kampus tersebut, Rabu (12/06/2024).

“Kemajuan teknologi memang punya dampak positif, tapi juga tak sedikit negatifnya. Sehingga, bukan rahasia umum lagi, bahwa kita sering menyaksikan kejadian bullying yang terekpos di media sosial,” ujar Emma dalam materinya.

Emma menyebutkan, setidaknya terdapat tiga bentuk tindakan bullying yang marak terjadi, yaitu perundungan secara fisik, perundungan verbal, serta perundungan sosial. Namun di samping itu, saat ini juga marak terjadi cyber bullying yang sangat berdampak sangat buruk bagi korbannya.

“Terlebih bagi anak-anak yang mengalami cyber bullying, ini akan meningkatkan resiko gangguan psikis dan gangguan kehidupan sosial serta pendidikannya dalam waktu yang cukup lama, sambung Emma.

Di sisi lain, Emma menyayangkan masih cukup banyak lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan perilaku siswanya, sehingga sekolah masih menjadi salah satu tempat di mana kerap terjadi aksi perundungan.

“Pada tingkat SD, SMP, SMA, bahkan pesantren, tindakan bullying masih banyak terjadi. Padahal seharusnya, tenaga pendidik mampu berperan maksimal dalam mengawasi ini. Anak adalah benda hidup yang harus diajak berkomunikasi. Komunikasi itu sangat penting bagi siswa ataupun bagi orang tua siswa itu sendiri,” katanya lagi.

Saat sesi terakhir penyampaian materinya, Emma turur mengapresiasi film pendek tentang cyber bullying yang ditampilkan oleh mahasiswa BKPI. Selain memiliki alur cerita yang menarik, film tersebut juga memuat edukasi, dan penting sebagai bahan pengayaan bagi calon guru konseling.

Di sisi lain, Hafsah, salah seorang pemeran dalam film tersebut, mengaku sangat senang dan bangga atas apresiasi yang diberikan oleh Senator Perempuan Sumbar tersebut. “Kami tidak menyangka film yang kami buat ini sangat diapresiasi oleh ibu selaku anggota DPD RI. Oleh karena itu kami mengucapkan rasa terima kasih atas apresiasinya,” ujar hafsah (S/tmi/dli)


Posted

in

,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *