Sinkronkan Tingkat Pendidikan, Tingkatkan Kualitas Lulusan

Sinkronkan Tingkat Pendidikan, Tingkatkan Kualitas Lulusan

Sinkronkan Tingkat Pendidikan, Tingkatkan Kualitas Lulusan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi di SMK N 1 Tanjung Raya, Jumat (30/7).

Padang, Scientia – Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi hadiri kegiatan Peningkatan Kompetensi Enterpreneur Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Tanjung Raya, Lubuk Basung. Dalam sambutannya, ia mengatakan sistem pendidikan harus sinkron mulai dari pendidikan dasar, SMP hingga SMA sederajat agar kualitas lulusan memiliki daya saing.

Menurutnya, secara kewenangan, pendidikan dasar dan SMP berada di tingkat kabupaten atau kota. Sedangkan, tingkat SMA sederajat berada di provinsi. Namun, secara sistem harus sinkron dan tidak boleh ada yang terputus.

“Potensi siswa harus sudah terpetakan sejak SMP. Sehingga, ketika melanjutkan ke tingkat SMA sederajat jelas orientasi yang akan dituju. Kalau orientasinya adalah melanjutkan ke Perguruan Tinggi maka masuk ke SMA. Namun jika orientasinya adalah cepat masuk ke dunia kerja dan memiliki pendapatan sendiri maka masuk ke SMK,” ujar gubernur, Jumat (30/7).

Ia menambahkan, dengan orientasi yang jelas maka akan lebih mudah untuk memberikan dorongan agar bisa memiliki kapasitas yang baik di bidangnya.

“Konsep ini sebenarnya sudah ada sejak lama namun belum berjalan secara maksimal. Kita akan komunikasikan kembali konsep ini dengan bupati dan walikota sehingga sistem pendidikan itu benar-benar bisa ditata dengan baik untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing,” katanya.

Sementara, Pemprov Sumbar sudah menyiapkan sejumlah skema untuk memberikan ruang bagi lulusan SMA dan SMK untuk bisa meraih sukses sesuai bidang masing-masing.

“Kita sudah punya tim di berbagai negara yang bisa membantu itu lulusan SMA untuk bisa kuliah di luar negeri. Kita juga sudah jalin komunikasi dengan perantau Minang dan Minang diaspora yang memiliki perusahaan untuk bisa membantu lulusan SMK agar bisa memiliki pengalaman kerja sehingga dapat diterima di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, Adib Alfikri mengatakan, peningkatan kompetensi kepala sekolah penting dilakukan untuk bisa mencapai tujuan pendidikan sesuai visi misi gubernur.

“Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah, ada 5 kompetensi kepala sekolah yang harus terus ditingkatkan. Kompetensi itu adalah kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Kelimanya saling terkait dalam manajemen berbasis sekolah dan memerlukan partisipasi masyarakat,” jelas Adib.(*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *