Bukittinggi, Scientia – Puluhan wartawan yang turut bersama Dinas Kominfo Bukittinggi melakukan study best practice hubungan pengelolaan media ke Provinsi Riau selama 4 hari (14- 17/12/2021), telah berakhir.
Ada dua lokasi yang dikunjungi, diantaranya ke Dinas Kominfo Kabupaten Siak dan Riau TV di Kota Pekanbaru.
Pada study tersebut banyak hal atau pengalaman positif yang didapat kedua pihak. Hal itu nantinya, bakal diterapkan di Pemerintahan Kota Bukittinggi.
Misalnya saja, seperti sistem kerjasama media yang diterapkan di Kabupaten Siak. Diskominfo setempat melihat peran aktif media atau wartawan dalam memberikan kontribusi pemberitaan terhadap pemerintah daerah.
“Tidak mungkin kerjasama terjalin jika kontribusi media terhadap Pemda tidak ada,” ujar Kabid IKPS Diskominfo Siak, Paula Chandra saat sesi diskusi yang dipandu Kadis Kominfo Bukittinggi, Nofri di ruang Pendopo Datuk IV Suku Abdi Praja, Siak.
Ditambahkan Paula, pihaknya juga membuka ruang komunikasi bersama para wartawan atau perwakilan media yang bertugas di Siak.
“Berkumpul bersama para wartawan diperlukan guna meningkatkan komunikasi dan hal tersebut sesuai amanat UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Selain itu, media punya peran penting dalam memberikan informasi terkait program dan kebijakan yang dilakukan pemerintah,” sebut Paula seraya mengatakan, hanya saja pertemuan bersama para wartawan melalui coffie morning itu lama tidak terlaksana karena terhalang adanya pandemi Covid-19.
Sementara, Rudi Arnel salah seorang wartawan yang turut bersama rombongan mengatakan, bahwa sisi positif yang diperoleh selama kunjungan itu, perlu disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi. Setidaknya, kata Rudi, penyampaian itu bisa melalui pemberitaan.
“Seperti kita ketahui, Siak selain kabupaten penghasil minyak, juga punya objek wisata sejarah dan wisata religi. Sebagai kabupaten wisata, Siak benar-benar telah membangun destinasi wisata yang tertata baik, bahkan jalan khusus wisata juga ada. Jalan khusus wisata itu penting agar wisatawan punya petunjuk jelas menuju objek wisata yang ingin mereka kunjungi,” katanya.
Sebelumnya, rombongan yang dikomandoi Kadis Kominfo Nofri itu dilepas Walikota Bukittinggi Erman Safar dan Sekda Kota Bukittinggi Martias Wanto di Balaikota , Gulai Bancah, kota setempat, Selasa (14/12/2021) pagi.
Wako berpesan, adanya kegiatan study best practice, hendaknya dapat menambah wawasan informasi dan penguatan eksistensi media di Bukittinggi.
“Semoga mendapat keilmuan yang baru dan apa yang akan dipublis di media, hendaknya mampu memberikan dampak positif terhadap Kota Bukittinggi,” harapnya.
Rombongan dipimpin Kadis Kominfo Nofri itu, diikuti Kasie Komunikasi Publik Riri Alhadilla, Bendahara Kominfo dan staf Kominfo. (aef)
Tinggalkan Balasan