Tag: #Ragdi F. Daye

  • Puisi-puisi Rina Anjarwati dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Rina Anjarwati dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Mantra Kupersembahkan sajen ini berisi sekuntum rindu dengan serangkai kata mengasap bersama kemenyan kuselipkan melati yang membau biru dengan patahan hati yang mengabu anyir nan kuat mengusik relung hatimu setetes nadiku rupanya telah menyatu melebur dengan pinta penuh penyerahan mantra ini terus kurapalkan biar sampai ke dasar lalu melambung mencabut atmamu Jambi, 08 Juni 20…

  • Puisi-Puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-Puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Ingatan Malam merangkak dengan sederhana Menghidupkan dingin yang terasa semakin ngilu Dalam pekat yang semakin mencekat Aku terhuyung berlari-lari Lari. Lari. Lari Lari dari ingatan yang terus berpulang sebelum mataku mengistirahatkan diri Aku mencengkeram selimut; menyembunyikan ketakutan Dengan napas yang putus-putus Terdengar bentakan ayah yang membekukan seluruh ruangan Disusul isakan ibu yang beradu bersama piring-piring…

  • Puisi-puisi Fitria Sartika dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Fitria Sartika dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Semu Lika-liku kenyataan telah mewarnai penuh kelakar Fana, aku menempatinya kadang tanpa sadar Aku hendak ke mana setelah sumbu bumi berhenti berputar Saat paruku tak lagi mampu bergetar Kadang aku lupa jalan Waktuku masih terbuang tanpa kemanfaatan Yaa Rabb… Andai engkau jemput daku dalam kemaksiatan Apa dayaku yang masih kurang dalam beramal? Apa langkahku menebus…

  • Puisi-puisi Denni Meilizon dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Denni Meilizon dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Adam dan Hawa KITA tumbuh menjadi sepasang kekasih yang didera kesibukan untuk mengukur bangunan tubuh masing-masing, saling menilai seberapa besar akal budi mengembang dalam pikiran. Kau dan aku saling mencintai dengan kuat, tak ada celah untuk menarik egangan, kau mengisi aku, aku pun mengisi engkau. Ruang antara kita hanya sepersekian milimeter, tak ada peluang orang…

  • Puisi-puisi Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Ragdi F. Daye

    Kalikikanji Kau dapat mengukur seberapa dalam luka di kulitnya, di punggung, di lutut, di kening, di kaki, di sekujur tubuhnya, tapi tak akan pernah tahu seburuk apa koyak di hatinya. Kecuali bila kau mau berlapang hati pergi bersamanya menyusuri jalanan berkelok-kelok, kisah berliku-liku, sampai ke rumah kayu di lereng bukit. Panorama yang ingin kau abadikan…

  • Puisi-puisi Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Merah Putih Jiwaku Erat Memelukmu Kekasihku, di itikafmu mereka Merusak khusyuk pencarianmu Berharap tenang merindu syahdu Menikmati bersama Rabb-mu Terusik terhempas gelegar mesiu Pencarian malam seribu bulan Lailatul Qadar-mu di Al Aqsha Dibela batu berkawan Quran Menjaga mulia Baitul Maqdis Kiblat pertama kita nan suci Saudaraku, di sini aku berteriak! Geram! Marah! Sedih! Tontonan tangan-tangan…

  • Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Di Sini Setelah Hujan Cukup lama musim bercerita tentang ladang-ladang dan tanah-tanah dengan retaknya lalu sehelai demi sehelai daun meninggalkan ranting yang mengacung kering menunjuk matahari serasa berbisik “masih adakah harapan untuk menemui gerimis esok hari” lalu kutemui kau saat ini. Di sini setelah hujan gazebo sepi lembab menghadap sungai menanti harapan menjadi tunas tunas…

  • Puisi-puisi Lidia Ningsih dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Lidia Ningsih dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Ingkar Atap rumah tinggi menjulang Tembok raksasa tua adalah saksi bisu Kau junjung kesetiaan pada satu hari yang tak berdosa Saat itu titik dari mulutmu begitu jelas Bibirmu bergetah sehingga tak satu pun menentang Pikiranmu semakin tajam mengawang hingga menembus langit Tuhan Jalanmu tiada dapat kuperoleh Dalam seperempat jalan kamu berubah akal Kata tak berpucuk…

  • Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Tingkuluak Kompong dalam Lemari Tingkuluak kompong dalam lemari Berbisik merintih perih Tak lagi beranjak Pergi pada keabadian tak tersentuh generasi Kuno dan tak berarti Malu menunjukkan jati diri Sesungguhnya makna sejati kesopanan seorang padusi Tingkuluak kompong dalam lemari Tak lagi bersama menjadi sejoli Baju basiba entah kemana kini Hanya dipakai oleh amai-amai bersugi Atau hanya ibu-ibu pejabat tinggi Dalam…

  • Puisi-Puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-Puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Liza Warni Aku Bukan Aku Lagi Tersesat di antara paradise-paradise fana dunia Lalai akan sinarnya yang tak disangka membutakan jiwa,  aku bukan aku lagi Bagai seorang pengelana yang dimabuk harumnya pengembaraan Lupa diri hingga kutak sadar lagi, bekal habis di tengah perjalanan, aku bukan aku lagi Menyusuri malam panjang tanpa ujung Untuk memungut kembali…