Tag: #Yogi Resya Pratama

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Haru Tak ada kata yang bisa mewakilkan Carut marut kebisingan larut menyaksikan Apa yang kau pikirkan Apakah kau memilih menyudahi Atau kau coba berpaling Sepertinya itu tak terjadi Malah kau hilang kendali Katanya kau bisa menguasai Tapi kau yang dikuasai Apa kau sudah lupa cara berdiri Ceritanya telah lusuh Tidak ada yang mekar Juga tidak…

  • Makna Mars Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

    Oleh: Yogi Resya Pratama (Sekretaris DPD KNPI Kota Pariaman)   Mars Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memberikan banyak makna. Makna tersebut berupa pesan kepada para pemuda Indonesia. Pesan-pesan itu diluapkan melalui irama yang penuh semangat untuk mewujudkan keadilan, kejayaan, serta kesejahteraan bangsa dan negara. Mars ini dibuat untuk membangunkan kegigihan para pemuda yang mungkin sering…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Jalan Menuju Masa Depan Kalau kau merasa Dirimu tidak nyaman di atas dunia Jangan cepat simpulkan Kalau di dunia tak ada keadilan Kalau kau merasa Dirimu selalu tak dapatkan keadilan Jangan cepat membalas Tunjukan padanya kau bukan singa lapar Simpang siur menjalar Meringkis kehidupan tengah perkotaan Kucing dan tikus liar Berebut mengambil muka ibu kota…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Ingatan yang Samar-Samar Aku terbangun di atas kasur setiaku Tempat aku bebas menggerutu Melampiaskan kerandoman yang tak kunjung usai Kulihat embun tak lagi tampak di pelupuk mata Ia meninggalkan jejak di dalam lamunanku Mentari yang sangar pun sangat menjengkelkan Memaksaku menghentikan seruan angin yang datangkan Membawa bualan mesra Merenggut episode permulaan skenario Mengapungkan asa, membenamkan…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Pudar Malam, aku bercerita tentang pelangi yang lama hilang tak jumpa Aku bertanya kemana kau habiskan warna merah jalang itu? Kau jawab ada di dalam diriku Terpaut bersama nadi-nadiku Bagaimana dengan kuningmu? tanyaku lagi Telah kau habiskan untuk bahagiamu Hijaunya ke mana ? Bukankah telah kau basuh Lalu, apa yang tersisa untukmu ? Warna putih…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Damai dalam Bayang-Bayang Kau tamparkan senyuman kehidupan Menyentuh ruang sempit hampir mati Menyapa rasa yang lupa pada siapa harus diberikan Hingga hambarnya pertemuan menciptakan keasingan Kau tenang, aku meradang Kau membawa cerita yang tak sempat kutuliskan Yang sajaknya rapuh dibakar arti kedamaian Damai dalam bayang – bayang Sarolangun, Desember 2021   Jatuh Di sudut ruangan bercat putih Dihiasi…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Membersamai Jiwa Aku membersamai jiwa ini Mendengar bisikan malam yang rindu akan datangnya pagi Merindukan sepasang jangkrik bercerita lepaskan canda tawa Aku membersamai jiwa ini Menanti angin kabarkan salam penjaga langit Merangkul hangatnya suasana malam yang sunyi Aku membersamai jiwa ini Menceritakan kisah purnama yang hilang ditelan awan hitam Dalam luka di atas bahagia Aku…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Surau Tua Surau tua itu saksikan kerasnya hantaman peran Hampirkan hidangan, penjamu seruan Satu pun suara tidak bertuan Hiruk-pikuknya pecahkan gema persaudaraan Surau tua itu merekam skenario perdebatan Mendengarkan cerita panjang penuh umpatan Bermacam irama demi irama disuguhkan Hilangkan jalan meringkus kebenaran Mereka seolah paham, arti persaudaraan di sela perselisihan Mengungkap citra Tuhan dalam menyampaikan…

  • Pergeseran Nilai-nilai Musyawarah dalam Masyarakat Minangkabau

    Yogi Resya Pratama (Mahasiswa Jurusan  Bimbingan dan Konseling IAIN Batusangkar)   Pada dasarnya Minangkabau terkenal dengan masyarakat beradat yang ditandai dengan perundingan dalam pengambilan suatu kebijakan dan keputusan, baik itu yang berhubungan dengan masalah adat, tata cara kehidupan di masyarakat, pengaturan perilaku, etika, politik, budaya, dan lainnya yang mengarah kepada kemashlahatan bersama. Untuk mencapai hasil…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Tertipu Di perempatan pusat kota malam itu Kau tahan malu, menjajakan lesu Meraut irisan sembilu di atas tumpukan batu-batu Nantikan haru sang supir bukakan pintu Cahaya merah meringkus sangar tatapanmu Angankan kepingan seribu-seribu Tak sadar kau telah ditipu Riasan indah, kelap-kerlip warna lampu Di perempatan pusat kota malam itu Kau genggam tangis, demi buah hatimu Ibu…