![Rapat Koordinasi TMMD ke-110 tahun 2021 Provinsi Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (2/2). [Foto: Dok. DiskominfoSB]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-02-at-13.59.25.jpeg)
Rancangan program ini dipaparkan dalam Rapat Koordinasi TMMD ke-110 tahun 2021 Provinsi Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (2/2). Rapat tersebut dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar dan dihadiri sejumlah stakeholder.
Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake dalam sambutannya membenarkan persoalan transportasi memang menjadi kendala di Mentawai selama ini. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan transportasi laut yang berbiaya tinggi.
“Desa yang menjadi sasaran TMMD ini berlokasi di Sipora Utara, tepatnya di sisi barat Pulau Sipora yang ombaknya tinggi. Transportasinya mahal dan harus melihat kondisi cuaca. Jika lewat darat, hanya bisa melalui jalan setapak dengan berjalan kaki,” ungkap Kortanius.
Dalam TMMD tahun ini di Kepulauan Mentawai menganggarkan dana Rp2 miliar untuk pembukaan lahan sekaligus pembangunan jalan sepanjang 5 km dengan lebar 10 m berikut parit selebar satu meter di kedua sisi jalan. Selain itu juga akan dilakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni, rehabilitasi rumah ibadah serta penyuluhan dan pelatihan dari OPD terkait.
Sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman, TMMD yang dipusatkan Korong Lipek Pageh – Gamaran, Nagari Silabutan, Kecamatan Lubuk Alung juga dinilai membutuhkan sentuhan pembangunan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Jonpriadi menjelaskan, dalam TMMD ke-110 akan dilaksanakan pembukaan jalan sepanjang 2,5 km, pemasangan gorong-gorong, pembuatan saluran, pembangunan jembatan plat, rehabilitasi mushola dan pembuatan tempat berwudhu.
Sementara itu, Danrem 032 Wirabraja yang diwakili Kasitel Kol. Kav Husnizon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk tahun 2021 ini akan dilaksanakan TMMD di 5 kabupaten, yakni Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok.
Demi efektivitas pelaksanaan TMMD, Husnizon berharap kepada semua pihak yang akan berkontribusi agar menyampaikan kontribusinya tepat waktu dan tepat sasaran.
“Hal ini penting karena TMMD ini dibatasi waktunya 30 hari. Makanya sebelum pelaksanaan, yakinkan bahwa segala sesuatunya sudah clear. Termasuk penekanan pada pemda setempat harus memastikan kepastian pemanfaatan lahan yang akan dikerjakan. Harus diyakinkan masyarakat yang lahannya terkena harus rela, jangan ini nanti jadi kendala,” harap Husnizon.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar, Syafrizal berharap bantuan dan kontribusi segala pihak demi kesuksesan TMMD tahun 2021 ini.
“Sasarannya harus muncul berdasarkan keinginan dari bawah sehingga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat. Dan target kita tercapainya manuggal antara TNI dengan rakyat bisa semakin baik,” kata Syafrizal. (rls, DOA)
Tinggalkan Balasan