Khairul Ahmadi alias mak Young dari forum Membangun Dharmasraya (Foto: Ist)

Tokoh Muda Dharmasraya Kritik Penyelenggaraan Ekspo APKASI, Sorot Soal Kesehatan dan Pendidikan

Dharmasraya, Scientia.id – Tokoh muda Dharmasraya, Mak Young, kembali melontarkan kritik pedas terhadap penyelenggaraan Ekspo APKASI dan menyoroti berbagai persoalan krusial di bidang kesehatan dan pendidikan di Dharmasraya. Pernyataan tersebut dibagikan melalui unggahan Facebook atas nama Mak Young pada Rabu, (10/7/2024).

Pria bernama lengkap Khairul Ahmadi yang akrab di sapa Mak Young yang tergabung dalam forum Membangun Dharmasraya ini selalu aktif mengkritik berbagai kebijakan pemerintah daerah bersama anak – anak muda Dharmasraya. Kritikan yang selalu ia lontarkan terhadap pemerintah daerah begitu pedas.

Mak Young menyatakan dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Kamis (11/7/2024) kritikan yang ia lontarkan hanya semata-mata untuk kemajuan daerah yang kita cintai.

“Alhamdulilah kritikan yang kita tulis di flatform media sosial mendapat tangapan positif dan menjadi bahan perbincangan publik di platform group WhatsApp di Dharmasraya,” ujarnya.

Kritik terhadap Ekspo APKASI

Sebelumnya, Mak Young telah mengkritik APKASI yang menurutnya menghabiskan banyak dana APBD Dharmasraya untuk membiayai perjalanan dinas para rombongan tanpa efek signifikan bagi daerah.

Ia menegaskan bahwa jika APKASI benar-benar bermanfaat, seharusnya program tersebut menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Dharmasraya.

Persoalan Kesehatan yang Memprihatinkan

Mak Young kembali menekankan fokusnya pada peningkatan layanan kesehatan di Dharmasraya. Ia mendesak agar RSUD Sungai Dareh segera memiliki gedung yang layak dan pembangunan RSUD baru di Pulau Punjung segera diselesaikan.

“Pembangunan RSUD yang terkatung-katung ini harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Ia meyakini bahwa dengan fokus dan sinergi dengan pemerintah pusat, pembangunan RSUD tersebut dapat dirampungkan dalam waktu 5 tahun.

“Bisa masuk ke dalam PSN atau minimal program prioritas di Kementerian Kesehatan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Mak Young menyesali perubahan type RSUD Sungai Dareh dari type C ke type D.

“Hal ini akan berdampak kepada BPJS nanti untuk pembayaran BPJS sesuai dengan type rumah sakitnya,” kesalnya.

Selain infrastruktur, Mak Young juga menyoroti sistem pelayanan kesehatan yang perlu diperbaiki. Ia mendorong agar Puskesmas dan RSUD terkoneksi dengan sistem yang baik untuk mempermudah pelayanan bagi pasien.

“Sehingga pasien rujukan dari Puskesmas dapat segera ditangani di RSUD tanpa harus menunggu lama proses administrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi modern seperti smartphone dapat digunakan untuk mempermudah proses pendaftaran dan administrasi pasien.

Kekhawatiran akan Masa Depan Pendidikan

Mak Young tidak hanya menyoroti masalah kesehatan. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan pendidikan di Dharmasraya.

“Jika hanya berpatokan pada indikator standar, pendidikan di Dharmasraya tidak akan mengalami kemajuan,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan standar seperti kecukupan ruang kelas, guru, dan angka rata-rata lama sekolah saja tidak cukup. Ia mendorong agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan potensi anak didik sejak dini.

“Sejak SMP, kita harus mulai memetakan potensi anak-anak dan mengawal mereka hingga lulus SMA,” jelasnya.

Ia juga mengusulkan program bimbingan belajar (bimbel) intensif gratis bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama.

“Kerja sama dengan lembaga bimbel atau universitas besar dapat membantu meningkatkan peluang siswa untuk diterima di perguruan tinggi ternama,” sarannya.

Sebagai informasi, di Tahun 2016 Kabupaten Dharmasraya mendapatkan peringkat dua dalam pengelolaan pendidikan terbaik yang dianugerahkan Pemerintah Provinsi Sumbar, karena banyak siswa SMA sederajat yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebanyak 704 siswa lanjutan tingkat atas (SLTA) masuk di berbagai perguruan tinggi pada 2015.

Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

Mak Young menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, dewan, dan pemerintah pusat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Dharmasraya.

“Kita harus bersinergi dan bekerja sama untuk memajukan Dharmasraya,” pungkasnya.

Kritik dan saran Mak Young diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah Dharmasraya untuk fokus pada menyelesaikan masalah-masalah krusial di bidang kesehatan, pendidikan, dan lainnya demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

” Ini pun ditujukan kepada para kandidat – kandidat yang akan maju di Pilkada serentak 27 November 2024 nanti,” pungkasnya.(tnl)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *