![Suasana Ujian Akhir Sekolah Dasar di salah satu sekolah di Kota Pariaman. Senin, ( 5/4). [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/d14360ec-8923-4041-9902-0bdf7d76b7f8.jpg)
“hari ini kita mulai melaksanakan ujian akhir tingkat sekolah dasar. Ujian kali ini pun berbeda dari USBN, sebab soal dah hasil ujian, dibuat serta dinilai oleh pihak sekolah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal kepada media. Senin, (5/4)
Sistem pelaksanaan ujian seperti ini, kata Yurnal, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Merdeka Belajar. Salah satu programnya adalah dengan menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang selama ini dilaksanakan.
“Biasanya kan USBN sebagai penentu kelulusan, sedangkan sekarang ketentuan itu telah dihapus. Semuanya diserahkan kepada pihak sekolah. Sementara, Disdikpora hanya menentukan waktu dan jadwalnya saja,” katanya.
Dia berharap dengan diberlakukanya sistem ini, siswa lebih dapat memahami pelajaran yang diberikan oleh guru dan belajar dengan sungguh-sungguh. Lebih penting lagi, agar pendidik dapat melaksanakan pembelajaran dan evaluasi dengan sebaiknya. Karena guru diberikan kewenangan mengajar dan menilai langsung.
Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Buyung mengatakan, sistem ini sangat efektif dilaksanakan. Sebab, selama proses belajar mengajar berlangsung, pendidiklah yang banyak mengetahui bagaimana siswa tersebut dalam belajar.
“Ujian ini dijadwalkan mulai tanggal 5 sampai 10 April mendatang. Sementara perakitan soal dimulai pertengahan Maret lalu oleh beberapa tim yang terdiri dari seluruh guru yang ada di sekolah dan guru bidang studi. Soal-soal itu dibuat saat pelaksanaan Kelompok Kerja Guru (KKG),” kata Buyung.
Buyung berharap, dengan sistem ini anak – anak lebih bisa menjawab pertanyaan yang ada di lembaran ujian. Sehingga dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin.(*)
![Suasana Ujian Akhir Sekolah Dasar di salah satu sekolah di Kota Pariaman. Senin, ( 5/4). [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/d14360ec-8923-4041-9902-0bdf7d76b7f8.jpg)
Tinggalkan Balasan