Jakarta, Scientia. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jakarta melaksanakan pelatihan entrepreneurship untuk kaum millennial di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan implementasi program dengan menggugah daya kreatif dalam enterpreunership bagi remaja di desa Pabean Udik, Indramayu. Hal itu seperti yang disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan Dr. Ridwan, M.Si, melalui siaran pers yang dikirimnya ke media.
“Kegiatan ini untuk menciptakan kemandirian remaja dengan memperkuat daya enterpreneurship yang bernilai efektif untuk menciptakan peningkatan nilai dari ikan bandeng dan rumput laut agar bernilai ekonomis,” jelas Ridwan, Dosen Program Studi Ilmu Politik, FISIP UPN Veteran Jakarta tersebut.
Lebih jauh Ridwan menyampaikan kegiatan tersebut untuk membuat produk olahan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, dengan membuat cake ikan bandeng dan rumput laut.
Selain Ridwan, kegiatan tersebut juga menghadirkan dosen-dosen dari UPN Veteran Jakarta yaitu Dr. Ana Kuswanti, M.Si, Dr. Ridwan, M.Si, Dr. Anter Venus, MA.Comm., dan Dr. Munadhil Abdul Muqsith.
Sebagaimana diketahui, potensi sumber daya di Desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu relatif besar dimana yang sebagian besar masyarakatnya mengantungkan penghidupannya ke laut sebagai nelayan. Potensi sumber daya Desa Pabean Udik berasal dari bidang perikanan, pertanian, Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) dan bidang pariwisata.
Ridwan juga menyampaikan bahwa di bidang perikanan, Desa Pabean Udik memiliki lahan sebesar + 200 Ha yang terdiri dari budidaya ikan bandeng dan rumput laut.
“Budidaya ikan bandeng dan rumput laut saat ini banyak dijadikan obyek oleh masyarakat untuk memperoleh keuntungan. Ikan Bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan yang dapat diolah menjadi berbagai bahan olahan sebagai peluang usaha dan investasi pengolahan bandeng dan rumput laut,” jelas Ridwan yang juga Ketua Pusat Kajian Bela Negara UPN Veteran Jakarta tersebut.
Perkembangan produksi Bandeng di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung naik terus hal ini karena sebagian besar produksi adalah hasil budidaya tambak yang bisa diatur hasil panennya. Berdasarkan data produksi dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi Bandeng tahun 2008 s/d 2012 menunjukkan kenaikan sebesar 16,98% yakni tahun 2008 sebesar 277,471 ton dengan nilai rupiah Rp. 3,153,447,918,-, dan tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 515,527 ton dengan nilai rupiah Rp. 8,420,317,973,-.
Menurut Direktorat Usaha dan Investasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Jawa Barat adalah penghasil bandeng terbesar no. 3 di Indonesia dengan status tinggi. Potensi komunitas bandeng segar di Jawa barat meningkat dari 74 Ton ditahun 2012 menjadi 120 Ton ditahun 2018 dengan wilayah Indramayu sebagai penghasil terbesar. Bahkan Bandeng Presto Semarang yang sangat terkenal dipasok dari wilayah Indramayu.
Desa Pabean Udik kabupaten Indramayu memiliki struktur wilayah yang sangat mendukung dikembangkannya budidaya ikan bandeng dan rumput laut. Dengan adanya potensi wilayah tersebut, peluang untuk budidaya ikan bandeng dan rumput laut sebagai peluang bisnis sangat luas bagi calon wirausaha. Hasil dari budidaya ikan bandeng dan rumput laut dapat diolah menjadi beragam olahan makanan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekedar menjual bahan mentah.
Bahkan dapat menjadi makanan khas yang menjadi unggulan desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu, seperti kota-kola lain di Indonesia. Hal ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat dan citra Desa Pabean Udik khususnya dan kabupaten Indramayu pada umumnya lebih dikenal masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan